SHARE

Ketua DPR Setya Novanto memastikan DPR tidak akan mengirim surat keberatan pencegahan dirinya ke luar negeri kepada Presiden Joko Widodo. Dia menekankan, para legislator akan menghormati proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Direktorat Jenderal Imigrasi melakukan pencegahan kepada Setya Novanto ke luar negeri selama enam bulan berdasarkan surat permintaan penyidik KPK. Ia dianggap saksi penting untuk tersangka kasus dugaan korupsi anggaran proyek kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) Andi Agustinus alias Andi Narogong.
Sejumlah anggota Dewan mencibir pencekalan Setya Novanto ini, dan mengancam mengirim surat protes ke Presiden. Tapi hari ini, Setya Novanto memastikan anggotanya takkan mengirim surat protes.

“Kami sangat kooperatif, kami menghargai KPK,” kata Setya Novanto di Kompleks Istana Kepresidenan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, 18 April 2017.

Gedung yang rencananya akan digunakan untuk kantor Komisi Pemberantasan Korupsi di Kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (11/9). Presiden Joko Widodo belum menyerahkan nama-nama calon pimpinan KPK kepada DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Kompas/Heru Sri Kumoro (KUM) 11-09-2015

Kendati begitu, Setya Novanto berterima kasih kepada fraksi dan pimpinan DPR yang mengusulkan pengiriman surat keberatan ke Presiden. Setya Novanto mengaku sudah menjelaskan pembatalan pengiriman surat kepada anggota yang protes.

Sedangkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan Dewan sedang mengatur waktu untuk rapat konsultasi dengan Presiden. Masalah ini akan disampaikan kepada Presiden dalam rapat.

“Mudah-mudahan setelah pilkada ini situasi juga sudah tenang, kami akan segera ketemu,” papar Fahri.

Dia juga menegaskan  akan membicarakan rencana rapat konsultasi dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Menurut dia, batal atau tidak mengirim surat protes mesti melalui mekanismi di rapat Badan Musyawarah (Bamus).

“Kalau mau dibatalkan pakai rapat Bamus, tidak bisa karena inisiatif orang per orang. Kami tidak boleh melanggar aturan dalam organisasi,” jelas Fahri

 

Baca Juga  Dalang Proyek E-KTP Kian Mengarah ke Andi Narogong dan Gamawan Fauzi