SHARE

BERLIN — Raksasa industri Jerman Siemens tengah bersitegang dengan Rusia karna pegiriman turbin ke Krimea. Paling tidak, dua turbin gas yang dipasok ke perusahaan Rusia sudah dipindahkan dengan ilegal ke Krimea.

Perpindahan turbin ini disadari Siemens bukanlah kemauannya serta tidak mematuhi sangsi Uni Eropa yang diberlakukan sesudah aneksasi Krimea pada 2014 di Rusia serta Ukraina. Walau ada perlawanan dari Siemens, pemasangan turbin di Krimea di pastikan Menteri Daya Rusia Alexander Novak selalu berlanjut.

Kremlin bahkan juga menyebutkan, turbin itu di buat di Rusia dengan memakai suku cadang Rusia. Sedang menurut Reuters, pabrik di St Petersburg yang dipandang jadi tempat pembuatan turbin, sebagian besar dipunyai oleh Siemens.

Perusahaan Jerman itu menyebutkan, pihaknya sudah terima info dari sumber terpercaya kalau paling tidak, dua dari empat set turbin gas yang di kirim untuk project di Taman, Rusia Selatan sudah dipindahkan ke Krimea.

Sepanjang sebagian bln. paling akhir, pelanggan yaitu Rusia sudah berulang-kali juga memberitahu kalau pengiriman ke Krimea akan tidak berlangsung.

” Jadi konsekwensinya, Siemens juga akan lakukan tuntutan pidana pada beberapa orang yang bertanggungjawab, ” tuturnya ditulis dari situs BBC, Selasa (11/7).

Pemerintah Jerman menyerahkan pada Siemens untuk meyakinkan hal tersebut mematuhi undang-undang export serta sangsi Uni Eropa atau tidak. Tetapi Siemens menyebutkan, pengiriman turbin ke Krimea terang adalah pelanggaran dari kontraknya. Pihaknya menginginkan turbin dipindahkan kembali pada tempat maksud awal mulanya.