SHARE

Ini cerita terakhir terkait Yorrys Raweyai, setidaknya untuk saat sekarang.

Sebenarnya kami ingin menyudahinya setelah paparan kedua, khawatir kalau pengungkapan kembali kisah Yorrys ini malah menjadi kontraproduktif, setidaknya untuk Partai Golkar.

Apalagi, Yorrys sendiri belakangan menyebut bahwa dia memang berbicara dengan media mengenai situasi perpolitikan terkini dan kondisi Partai Golkar.

Namun, katanya, dia tidak secara spesifik menyebut bahwa partainya perlu Munaslub, apalagi mendesak dilakukannya Munaslub.

Mungkin Yorrys sudah dapat teguran dari para sesepuh partai.

Tidak elok untuk bicara dengan konsideran bisa memecah-belah partai.

Seperti itulah mungkin.

yorrysgapok

Tetapi, kalau kemudian kami paparkan kembali sepak-terjang Yorrys ini, itu karena adanya permintaan dari pembaca.

Begitulah, akhirnya kami pun mencoba menelusuri catatan-catatan dari masa lalu, walau yang menarik pembaca adalah yang lebih berhubungan dengan aksi Yorrys menggeruduk ruang rapat Fraksi Partai Golkar di lantai 12 Gedung Nusantara I, Kompleks DPR Senayan, pada 31 Maret 2015 itu.

Seperti diuraikan pada tulisan sebelumnya, aksi Yorrys yang waktu itu masih menjadi wakil ketua umum Partai Golkar kubu Agung Laksono memantik reaksi keras dari Tommy Soeharto.

Menyikapi “ancaman” yang dialami oleh Titiek Soeharto, Mbakyunya, yang kala itu kebetulan ada di dalam ruangan rapat Fraksi Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Tommy melontarkan 10 pernyataan kepada Yorrys walau yang paling terkenal adalah poin terakhir yang berbunyi “Anda sopan saya segan anda arogan saya makan”.

Entah bagaimana reaksi Yorrys atas ancaman Tommy itu, sulit diketahui secara pasti. Pasalnya, Yorrys sepertinya tidak pernah secara terbuka menyatakan bahwa ia menerima pernyataan Tommy tersebut.

Mungkin saja teguran keras Tommy itu tidak ditanggapi oleh Yorrys. Sehari setelah peristiwa itu, 1 April 2015, menjawab pertanyaan media Yorrys mengatakan bahwa kisruh di internal Fraksi Golkar di DPR sudah selesai.

Soal ancaman Tommy, dia mengatakan belum membacanya.

yora

“Saya belum pernah baca. Buat apa (komentar)? Saya anggap masalah Golkar udah clear Senin malam kemarin,” ujar Yorrys kala itu.

Baca Juga  Lagi-lagi Yorrys Raweyai

Waktu itu juga Yorrys meminta media untuk tidak memanas-manasi terus, agar semuanya bisa cooling down.

Mungkin juga karena Yorrys tidak pernah secara terbuka menanggapi teguran keras dari Tommy Soeharto tersebut, untuk sekian lama peristiwa penggerudukan ruang rapat Fraksi Partai Golkar tersebut masih menjadi santapan media.

Berbagai elemen masyarakat umumnya dapat menerima reaksi keras atau kemarahan dari Tommy Soeharto.

Mantan Jubir Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Adhie M Massardi, misalnya, menilai wajar kemarahan Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) itu kepada Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol, Yorrys Raweyai, tersebut.

adi

Karena kata Adhie, Presiden kedua RI Soeharto, ayah Tommy merupakan pendiri Partai Golkar. Terlebih, kakak kandung Tommy Soeharto, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) berada di Koalisi Merah Putih (KMP) atau Partai Golkar versi Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie.

“Karena situasinya begitu, saya juga memahami bahwa ini mendorong juga naluri Tommy untuk melakukan ancaman tandingan dari kubu Yorrys,” demikian disampaikan Adhie M.Massardi pada 7 April 2015.

Menurut Adhie, kemarahan Tommy atas tindakan Yorrys dan beberapa politikus Partai Golkar kubu Agung Laksono yang memaksa masuk ruang sekretariat Fraksi Golkar DPR dengan mencongkel pintu, masih masuk akal.

“Disitu ada keluarganya juga, Titiek, salah satu yang membidani lahirnya Golkar kan bapaknya, secara emosional dia masuk akal (emosi) terpancing begitu,” tuturnya.

Kendati demikian, Adhie M. Massardi berharap dunia politik tanah air tidak boleh diwarnai dengan aroma kekerasan.

ali

Komentar lebih keras dilontarkan oleh Ali Mochtar Ngabalin, yang kala itu menjadi wakil sekretaris jenderal Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie.

Mungkin karena Yorrys tidak pernah secara terbuka menanggapi teguran keras Tommy Soeharto, apalagi menyampaikan permintaan maaf, bahkan setelah disemprit Tommy itu ia terkesan menghilang.

Menanggapi hal tersebut, Ali Mochtar Ngabalin menegaskan, Yorrys harus memperlihatkan keberaniannya untuk menanggapi teguran putra Presiden Soeharto tersebut.

Menurutnya, Yorrys yang berlagak seperti jagoan harus menunjukan keberaniannya, bukan malah tiba-tiba seeperti hilang ditelan bumi.

Baca Juga  DPP Golkar Copot Yorrys dari Jabatan Plt Ketua DPD Golkar Papua

“Kalau memang gentle dan merasa paling jago, saya harap Yorrys menjawab tantangan Mas Tommy. Kalau tidak berani yah tidak usah terus berupaya seperti preman yang merusak dan mengganggu Partai Golkar demi kepentingan pribadi atau pun pihak-pihak yang diwakilinya,” ujar Ali Mochtar Ngabalin kala itu.

Teguran Tommy harusnya menjadi pembelajaran bagi Yorrys, agar tidak semena-mena lagi dalam bertindak, terlebih mengatasnamakan Partai Golkar.

“Ingat di atas langit ada langit, jangan sok merasa semua orang takut kepadanya,” tegasnya.

Ali Mochtar Ngabalin juga bilang, Yorrys membual dengan tidak mengakui belum melihat cuitan Tommy di twitternya.

Apalagi hingga lebih dari sepekan setelah peristiwa penggerudukan itu Yorrys yang waktu itu menjabat Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), tidak memberikan pernyataan apa-apa.

“Kalau tidak berani yah minta maaf lah, gentle kalau sudah berbuat salah dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” tegas Ali Mochtar Ngabalin.

tombang

Kicauan kemarahan Tommy ditanggapi oleh kakak kandungnya, Bambang Trihatmodjo.

Melalui akun twitternya, @BambangTri1953, Bambang Tri menuliskan bahwa adiknya itu begitu marah.

“Mungkin Tommy begitu marah karena melihat saudaranya seolah-olah akan diinjak orang2 yang pernah nempel cari ketenaran, itu lumrah,” tulis Bambang yang pada akun twitternya, 2 April 2015.

”Saran saya silakan temui tommy dan bicara baik2, tommy sangat sulit tersinggung, namun jika tersinggung silakan lihat sendiri.”

Dalam kicauannya di hari yang sama, Bambang Tri juga meminta agar kader Partai Golkar untuk bersatu.

“Saran saya sebaiknya konsolidasi dan kembali bersatu, jangan beradu argument yang hanya akan menimbulkan masalah yang lebih besar,” pinta Bambang.

Hasil gambar untuk kicauan bambang trihatmojo tentang yorrys

Tidak hanya Bambang yang mengomentari kicauan Tommy, bahkan kakak kandungnya yang lain Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto pun angkat bicara.

“Enggak apa-apa (Tommy) beri pesan seperti itu. Mungkin sudah geregetan saja, konflik Golkar sudah berjalan lama seperti ini. Dan Golkar ini milik kita semua. Jadi jangan diacak-acak gitu,” kata Titiek, masih di hari yang sama saat Bambang Tri mencuit di akun twitternya, yakni Kamis, 2 April 2015.

Baca Juga  "Anda Sopan Saya Segan Anda Arogan Saya Makan"

Titiek yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) ini menambahkan, kicauan Tommy Soeharto juga sebagai bentuk kecintaannya terhadap Partai Golkar.

titititi

Tommy, papar Titiek, tidak ingin konflik Golkar terus berlanjut.

“Kan dia (Tommy) juga masih Golkar juga. Iya (ini bentuk kecintaannya). Semua kader Golkar prihatin dengan kondisi yang semacam ini Mungkin dia geregetan, gitu saja,” papar Titiek kala itu.

Pembaca, kiprah Yorrys di jagat perpolitikan Indonesia sebenarnya sudah cukup panjang. Jauh sebelum terjun ke dunia politik, Yorrys sering dipandang sebagai preman.

Yorrys pun pernah mengakui bila dirinya berteman dengan banyak preman. Pernah menjadi tokoh pemuda, memimpin organisasi Pemuda Pancasila pada akhir tahun 2000-an, dan berteman dengan banyak preman, ia sering kali dianggap bagian dari dunia kekerasan Ibu Kota Jakarta.

Mantan preman Anton Medan, pun mengakui bila Yorrys adalah seorang preman. “Yorrys itu preman iya, tapi belum tentu penjahat. Beda dengan Saya. Kalau saya ini Preman iya, penjahat iya. Tapi sekarang saya ulama,” kata Anton Medan saat berbincang dengan media, Kamis, 2 April 2015, atau dua hari setelah aksi Yorrys itu.

Anton bercerita, dirinya pernah diserbu anak buah Yorrys. “Nyaris bentrok fisik, kejadiannya itu saat saya habis keluar dari penjara tahun 1988,” tuturnya.

anton medan

Ketika itu, kata Anton, Yorrys ingin membuka tempat perjudian. “Dia takut kalau saya mengambil lahannya, maka dia temui saya. Saya sedang sendirian main biliard, dia bawa teman-temannya banyak,” kata dia.

Merasa terpojok, Anton Medan akhirnya mengeluarkan senjata api. “Bentrok fisik sedikit. Saya sendirian, makanya saya keluarkan (pistol) FN 46, saya acungkan ke arah dia dan teman-temannya. Tapi, akhirnya kami kompromi, dan berteman baik hingga sekarang,” cerita dia.

Ditanya soal nyali Yorrys, Anton Medan hanya menjawab, “Wallahu A’lam,” katanya.

Hanya Allah yang mengetahui, begitu katanya.

Pembaca, kita sudahi sampai di sini, semoga tercukupi…

DPP PARTAI GOLKAR RICUH : Dua kelompok anggota Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) saling serang dan adu fisik di DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly, Slipi, Jakarta Barat, Selasa, (25/11/14). Kericuhan tersebut terjadi terkait persiapan rapat pleno penetapan Musyawarah Nasional Golkar yang rencananya digelar pada 30 November mendatang. Foto : Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka