SHARE

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) tengah berjuang memulihkan keadaan perekonomian nasional sepanjang 18 tahun paling akhir. Satu diantaranya dengan menguber ketertinggalan infrastruktur dengan keperluan investasi US$ 500 miliar atau setara Rp 6. 650 triliun.

” Kita ketinggalan sekali membuat infrastruktur bukanlah tanpa ada berniat, karna Presiden terlebih dulu juga kesusahan karna hadapi krisis. Tingkat utang kita juga besar, ” tutur Sri Mulyani waktu acara Indonesia Infrastructure Finance Komunitas di Fairmont Hotel, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Di masa sekarang ini, kata Sri Mulyani, pemerintah yang di pimpin Jokowi berusaha memulihkan keyakinan dengan kurangi tingkat utang, serta meyakinkan instansi keuangan Indonesia sehat serta kuat. Hal semacam ini dapat tercermin dari kestabilan perkembangan ekonomi.

” Dalam satu tahun lebih paling akhir di pemerintahan Jokowi, perkembangan ekonomi stabil, tingkat utang tambah baik. Kita berjuang memulihkan diri, menguber ketertinggalan pembangunan sepanjang 18 tahun paling akhir meskipun tidak gampang, ” tegasnya.

Ia mengatakan, ada 245 project strategis nasional yang memerlukan pendanaan sekitaran US$ 500 miliar. Keperluan itu bukan sekedar tergantung pada biaya pemerintah, namun juga melibatkan bidang swasta serta Tubuh Usaha Punya Negara (BUMN) dalam berinvestasi.

” Ada 245 project nasional yang direncanakan, butuh pertolongan swasta serta BUMN. Janganlah banyak mengeluh, karna ada ruangan kerja sama untuk tutup keperluan US$ 500 miliar, ” jelas Bekas Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

” Maka dari itu kita butuh membuat skema pendanaan yang dapat menarik semakin banyak sekali lagi modal dari swasta, ” tukas Sri Mulyani.

Lihat Video Menarik Tersebut Ini :