SHARE

JAKARTA – Terkecuali membayar angsuran utang, pemerintah harus juga membayar bunga utang tiap-tiap th.. Th. ini, keharusan pembayaran bunga utang pemerintah menjangkau Rp 218, 6 triliun.

Ketua Tubuh Biaya DPR Azis Syamsuddin menyebutkan, angsuran utang itu dengan mempertimbangkan prognosa defisit biaya dalam Rancangan Biaya Pendapatan serta Berbelanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017 sebesar 2, 67% dari Product Domestik Bruto (PDB).

Jumlah itu, lanjut Azis, juga lebih rendah dari pembayaran bunga utang yang perlu dibayar pemerintah th. ini dengan mempertimbangkan defisit biaya menjangkau 2, 92% dari PDB.

Dengan defisit biaya 2, 92% dari PDB, bunga utang yang dibayar pemerintah th. ini menjangkau Rp 219, 2 triliun.

” Berkenaan dengan perkiraan defisit biaya lebih rendah dari pagunya dalam RAPBN-P 2017, jadi keperluan pembiayaan lewat utang juga alami penurunan. Mengakibatkan, realisasi pembayaran bunga utang th. 2017 diprediksikan sebesar Rp 218, 6 triliun, ” kata Azis, Selasa (25/7/2017).

Jumlah itu setara dengan 98, 8% pada pagunya dalam APBN 2017 atau 99, 7% pada pagu yang diusulkan dalam RAPBN-P 2017.

Catatan Kementerian Keuangan (Kemkeu), sepanjang semester pertama 2017, pemerintah sudah membayar bunga utang menjangkau Rp 106, 9 triliun. Dengan prognosa defisit biaya th. ini 2, 67% dari PDB, di semester ke-2 2017 pemerintah juga akan membayar bunga utang menjangkau Rp 111, 7 triliun.

Besaran bunga utang yang dibayar itu di pengaruhi oleh dinamika perubahan keadaan pasar keuangan yang diperlihatkan dengan sebagian tanda ekonomi makro, seperti tingkat bunga SPN tiga bulan serta kurs rupiah pada dollar Amerika Serikat.

Baca Juga  KEIN Ingatkan Kepada Pemerintah Agar Perhatikan Risiko Utang