SHARE

Jakarta – Komplotan pemalsu akun e-mail yang mengatas namakan Presiden Joko Widodo serta Ibu Negara Iriana Joko Widodo kirim surat ke 51 pejabat Tubuh Usaha Punya Negara (BUMN). Dari 51 pejabat itu, satu orang yang memberikan laporan masalah e-mail itu.

” Selama ini ada 51 BUMN yang dikirimi surat oleh beberapa tersangka, satu diantaranya pada Andi Gani Nena Wea sebagai Komisaris Paling utama PT Pembangunan Perumahan, ” tutur Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Wahyu Hadiningrat, Jumat (21/7/2017).

Disamping itu, Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Gomgom Pasaribu menyebutkan, beberapa tersangka kirim e-mail itu untuk lakukan penipuan.

” Ya e-mailnya awalannya mengemukakan terima kasih atas kerja samanya, seokah-olah itu dari presiden, walau sebenarnya bukanlah. Kelak ujung-ujungnyanya ya untuk motif ekonomi, ” cetus Berto.

Roberto menyebutkan, beberapa tersangka mengatas namakan e-mail itu dari kepala negara untuk memberikan keyakinan calon korban. Namun selama ini, dari surat elektronik yang di kirim ke 51 perusahaan BUMN, belumlah ada yang alami kerugian materil.

” Selama ini tidak ada, karna mungkin saja mereka telah menghubungi pihak Setpres, ” lanjutnya.

Dati tiga orang yang di tangkap, dua salah satunya Daniel Douglas Divine (WN Liberia) serta Kaba Souleymane (WN Guinea). Sedang satu orang tersangka yang lain yaitu perempuan WNI, Ria Situmorang yang ikut menolong kirim e-mail dalam bhs Indonesia ke 51 perusahaan BUMN.

” Tersangka perempuan WNI itu istri dari tersangka Kaba, ” tutur Berto.

Polisi mendindaklanjuti penipuan itu sesudah memperoleh laporan dari pihak sekretaris kepresidenan. Pihak istana sendiri sudah mengimbau orang-orang tidak untuk meyakini surat itu.