SHARE

Anggota Komisi II DPR RI periode 2009-2014 Agun Gunandjar Sudarsa datang penuhi pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (11/7/2017).

Agun siap memberi info jadi saksi dalam penyidikan masalah sangkaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Masyarakat berbasiskan elektronik (e-KTP).

” Bagaimana juga, pemanggilan KPK ini yaitu sistem hukum yang perlu ditaati serta dipatuhi, ” tutur Agun sebelumnya melakukan kontrol di Gedung KPK.

Pemanggilan ini adalah yang ke-2 kalinya pada Agun yang saat ini menjabat anggota Komisi III DPR. Ketua Panitia Spesial (Pansus) Hak Angket KPK itu sedianya melakukan kontrol pada Kamis (6/7/2017).

Tetapi, waktu itu Agun lebih pilih ikuti agenda Pansus Hak Angket yang bertandang ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Walau sekian, Agun mengklarifikasi kalau ia tidak sempat punya niat mangkir atau hindari keinginan KPK untuk di check jadi saksi.

Menurut Agun, pada hari Kamis waktu lalu, ia sudah memberitahu pada KPK, kalau ia mesti lakukan pekerjaan jadi anggota dewan.

Menurut Agun, ketika itu ia sudah memberitahukan KPK kalau ia juga akan ada untuk memberi info pada hari ini.

” Saya tidak menghindar, namun saya lakukan pekerjaan serta keharusan dengan profesional, ” kata Agun.

Agun juga akan di check untuk tersangka Andi Agustinus dengan kata lain Andi Narogong. Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, penyidik selalu memahami serta mengklarifikasi pengetahuan beberapa saksi berkaitan sistem pengurusan biaya e-KTP.

Diluar itu, penyidik juga akan menelusuri tanda-tanda aliran dana pada beberapa pihak, termasuk juga yang di terima anggota DPR.