SHARE

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali lakukan kontrol pada dua bekas petinggi PT PAL Indonesia, Selasa (11/7/2017).

Ke-2 bekas petinggi PT PAL itu yaitu GM Treasury PT PAL Indonesia, Arief Cahyana.

Dan Direktur Keuangan PT PAL Indonesia, Saiful Anwar.

Mereka di check ‎usai tempo hari Senin (10/7/2017) dijerat dengan pasal gratifikasi berkaitan dengan sebagian project di PT PAL Indonesia.

‎Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menyebutkan keduanya di check dalam kemampuannya jadi tersangka berkaitan masalah sangkaan suap project pengadaan dua unit kapal perang type Strategic Sealift Vessel (SSV) untuk lembaga pemerintah Filipina.

” Keduanya di check jadi tersangka untuk masalah sangkaan suap pengadaan kapal SSV untuk pemerintah Filipina th. biaya 2014-2017, ” kata Febri.

Dalam masalah ini KPK sudah mengambil keputusan empat orang tersangka.

Tiga dari empat tersangka itu adalah bekas pejabat PT PAL Indonesia.

Ke-3 bekas petinggi PT PAL Indonesia itu yaitu, bekas Direktur Paling utama ‎ (Dirut) PT PAL Indonesia, M Firmansyah Arifin.

Direktur Keuangan PT PAL Indonesia, Saiful Anwar ; serta GM Treasury PT PAL Indonesia, Arief Cahyana.

Sedang satu tersangka yang lain Agus Nugroho adalah Direktur Paling utama (Dirut) PT Pirusa yang disangka melakukan tindakan jadi penghubung suap pada Ashanty Sales Incorporation perusahaan agency dri Filipina dengan petinggi PT PAL Indonesia.

Di dalam pengembangan masalah, KPK juga menyeret tiga bekas petinggi PT PAL Indonesia itu dengan pasal gratifikasi.

Baca Juga  58% Masyarakat Puas Kinerja KPK