SHARE

Jakarta – Tunjangan anggota DPRD DKI Jakarta diusulkan naik empat kali lipat. Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengakui sepakat dengan kenaikan tunjangan itu.

” Eksekutif juga akan mengulas dengan DPRD sesuai sama atau tidak dengan ketentuannya. Bila tidak sesuai sama, janganlah, dong. Namun prinsipnya saya sepakat. Sepakat bila itu dapat. Seandainya benar-benar kemudian tidak ada sekali lagi yang bebrapa beda, ” kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (11/7/2017).

Tetapi Djarot memohon supaya tak ada sekali lagi mengajukan dana-dana yg tidak terang penganggarannya. Djarot menginginkan dana tunjangan itu dipakai dengan semaksimal mungkin saja oleh anggota DPRD.

” Ada sekali lagi dahulu yang namanya pokir (pokok-pokok fikiran), itu semestinya tidak ada sekali lagi seperti dahulu di dalam jalan memasukkan sebagian project susulan. Seperti yang dijelaskan project fiktif itu, hingga fair, ” kata Djarot.

” Lewat cara sesuai sama itu, diinginkan kita dapat membuat system demokrasi yang sehat. Ini sebagai kami harap, ” sambungnya.

Djarot juga berpesan supaya perumusan biaya itu dikerjakan sesuai sama ketentuan yang ada. Dia menginginkan cuma anggota DPRD yang betul-betul bekerjalah yang memperoleh kenaikan tunjangan itu.

” Berarti, anggota Dewan yang rajin memiliki hak memperoleh tunjangan yang besar di banding mereka yg tidak rajin, umpamanya. Maka dari itu ada TKD, tunjangan kerja Dewan, ” katanya.

” Dirumuskanlah hingga fair. Saya sempat jadi anggota Dewan. Dahulu pengalamanku, mereka yang rajin yang menyukai terima pengaduan dsb itu dengan mereka yang beberapa tidak sering masuk itu sama, ” tuturnya.

Baca Juga  Alasan Djarot Mutasi Wali Kota Jakut dan Bupati Kep. Seribu