SHARE

Otoritas Turki memerintahkan penangkapan 105 orang yang bekerja di bagian tehnologi info, yang dipercaya sudah ikut serta dalam percobaan kudeta militer th. lantas, seperti dilaporkan kantor berita Anadolu, Selasa (11/7/2017).

Sudah berlangsung operasi polisi berkepanjangan yang membidik beberapa orang yang dicurigai mempunyai hubungannya dengan ulama populer Turki, Fethullah Gulen, yang saat ini tinggal di Amerika Serikat (AS). Dia dituduh Ankara mendalangi kudeta yang tidak berhasil pada 15 Juli 2016.

Menurut kantor berita Turki itu, oolisi selama ini sudah menahan 52 orang dari 105 orang yang ditargetkan oleh surat perintah penangkapan di delapan propinsi, termasuk juga bekas staf dari dewan penelitian ilmiah Turki (TUBITAK) serta otoritas telekomunikasi.

Beberapa tersangka dipercaya pemakai ByLock, aplikasi pesan terenkripsi yang menurut pemerintah dipakai pengikut Gulen. Gulen menyanggah ikut serta dalam usaha kudeta tidak berhasil itu.

Pada Senin (10/7/2017), Turki keluarkan surat perintah penangkapan untuk 72 pegawai di kampus, termasuk juga bekas penasihat pemimpin oposisi paling utama yang lakukan demonstrasi massal pada Minggu (9/7/2017) untuk protes aksi keras pada th. kemarin.

Sekitaran 50. 000 orang sudah di tangkap serta 150. 000 pegawai negara sisi termasuk juga guru, hakim, serta tentara sudah ditangguhkan dalam ketentuan darurat yang diberlakukan pada akhir Juli.

Grup HAM serta kritikus pemerintah menyebutkan, Turki bergerak menuju otoritarianisme sepanjang bertahun-tahun, sistem yang mereka katakan dipercepat mulai sejak usaha kudeta serta referendum pada April yang berikan Presiden Turki, Tayyip Erdogan, satu kemampuan baru.

Pemerintah Turki menyebutkan, aksi keras serta perubahan konstitusional itu dibutuhkan untuk menangani ancaman keamanan. Lebih dari 240 orang tewas dalam percobaan kudeta itu.

Terlebih dulu pihak berwenang Turki mengambil alih atau menunjuk administrator untuk 965 perusahaan dengan keseluruhan penjualan tahunan sekitaran 21, 9 miliar lira atau 6 miliar dollar AS mulai sejak percobaan kudeta Juli 2016, kata Wakil Perdana Menteri Turki, Nurettin Canikli.

Dibawah ketentuan darurat yang diberlakukan sesudah kudeta, pihak berwenang Turki menggantikan perusahaan yang disangka mempunyai jalinan dengan pengikut Gulen, yang dipersalahkan oleh Ankara pada kudeta militer yang tidak berhasil.

Ke-965 perusahaan dibawah kendali manajemen negara itu, ada di 43 propinsi di Turki, serta mempunyai aset keseluruhan sejumlah 41 miliar lira atau 11, 3 miliar dollar dan mempekerjakan 46. 357 orang, Canikli menyebutkan dalam satu pernyataan tertulis.

Turki kuasai satu bank, perusahaan industri, serta perusahaan media jadi sisi dari aksi keras pada perusahaan yang dituduh mempunyai jalinan dengan Gulen, tetapi dibantahnya.