SHARE

Jakarta – Walau sebagian partai politik telah mengerucutkan support pada Joko Widodo (Jokowi) atau Prabowo Subianto untuk Pilpres 2019, Partai Demokrat terasa sangat awal. Demokrat juga masih tetap konsentrasi berkaitan presidential threshold yang menurut dia inkonstitusional.

” Masih tetap sangat pagi kami bicara pencapresan sekarang ini. Sekarang ini konsentrasi kami mensupport pihak-pihak yang akan lakukan tuntutan pada putusan paripurna DPR masalah ambang batas presidential threshold yang inkonstitusional itu, ” ucap Wasekjen Demokrat Didi Irawadi, Senin (24/7/2017).

Menurut Didi, ketentuan DPR atas ambang batas presiden itu bertentangan dengan konstitusi. Dia juga memperkirakan banjir tuntutan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

” Mengingat banyak pihak yang kecewa atas ketentuan DPR yang ilegal serta bertentangan dengan konstitusi ini, termasuk juga kami pastinya. Bisa di pastikan juga akan berlangsung hujan tuntutan ke MK, terlebih dari pihak-pihak yang mengerti serta berlandaskan akal sehat lihat hasil ketentuan DPR itu, ” ucapnya.

” MK yang adil sebaiknya berkelanjutan pada apa yang telah ditetapkan terlebih dulu, karna apa yang telah ditetapkan MK pada th. 2013 itu sesuai sama prinsip keadilan yang hakiki, ” paparnya.

Didi mengatakan jika paripurna DPR nanti dibatalkan MK, jadi capres alternatif dapat keluar. ” Jika MK membatalkan paripurna DPR jadi juga akan bisa saja ada capres alternatif diluar Pak Jokowi sendiri yang pastinya dapat maju, ” tutur Didi.

Terlebih dulu, peta koalisi telah sedikit terbaca sesudah UU mengenai Pemilu disahkan DPR serta angka presidential threshold disetujui 20-25 %. Jokowi di pastikan mengantongi support dari Golkar, NasDem serta PPP. Paduan pencapaian kursi DPR ke-3 partai itu sebesar 29, 46% terbagi dalam Golkar (16, 25%), Nasdem (6, 25% kursi) serta PPP (6, 96%).

Baca Juga  Bagaimana dengan PD? Usai Jokowi-Prabowo Kantongi Tiket Pilpres 2019

Jokowi masih tetap berpeluang memperoleh support dari PDIP (19, 46% kursi di DPR), Hanura (2, 86%) serta PKB (8, 39%). Partai-partai ini ada di koalisi pendukung pemerintahan Jokowi-JK.

Prabowo Subianto juga di pastikan juga akan memperoleh support dari Gerindra (13, 04% kursi di DPR) serta PKS (7, 14%). Keseluruhan support kursi di DPR untuk Prabowo 20, 18%.

Sesaat, Partai Demokrat yang mempunyai 10, 90% kursi di DPR belum juga terbaca arah koalisinya. Peneliti CSIS Arya Fernandes menyebutkan sedikit kesempatan PD membuat poros sendiri di Pilpres 2019.

Pasalnya bila PD berkoalisi dengan PAN yang mempunyai 8, 75% kursi DPR belum juga cukup untuk mengusung Capres. ” Partai Demokrat dapat membuat poros sendiri bila ada satu diantara partai pendukung Jokowi membelot. Namun kesempatan itu kecil, ” kata Arya waktu terlibat perbincangan, Minggu (23/7/2017).