SHARE

SAMARINDA – Tim Pidana Spesial Kejaksaan Negeri Samarinda, kembali menjebloskan dua tersangka GH serta SN ke Tempat tinggal Tahanan Sempaja, Samarinda.

Keduanya disangka lakukan tindak pidana korupsi, masalah dana praktikum Fakultas Pertanian (Faperta) Kampus Mulawarman, Samarinda Rp 2 miliar tahun 2011.

Kepala Seksi Pidana Spesial Kejari Samarinda, Darwis Burhansyah menerangkan, perkara pemakaian dana Penerimaan Negara Bukanlah Pajak (PNBP) sedianya dipakai untuk aktivitas di semuanya jurusan di fakultas Pertanian.

” Hari ini Kejaksaan Negeri Samarinda menahan dua tersangka, pertama Ir H GH sebagai Dekan Fakultas Pertanian periode 2009-2011. Serta bendahara berinisial SM, ” kata Darwis, selesai mengecek dua tersangka, di Kejari Samarinda, sebelumnya digelandang ke Rutan Sempaja, Selasa (25/7/2017).

Dari hasil perhitungan kerugian negara ada selisih pemakaian biaya. Dari biaya Rp 2 miliar, ada selisih Rp 250 juta.

” Saat ini GH staf pakar serta SM masih tetap pegawai di Unmul. Kerugian negara sekitaran Rp 250 juta, ” lebih Darwis.

Pantauan Tribun Kalimantan timur, mulai sejak jam 10. 15 Wita, dua tersangka di check Tim Pidsus Kejari Samarinda. Seperti umum, keduanya meneken surat penahanan sepanjang 20 hari.

Tersangka GH, sesudah tidak menjabat jadi Dekan Faperta Unmul, menjabat jadi Staf Pakar di Gubernur Kalimantan Utara.

Sesaat SM terdaftar masih tetap jadi pegawai di Unmul.

Tersangka GH yang kenakan baju corak kotak-kotak dipadukan celana blue jeans, diperlengkapi kacamata, didampingi penasihat hukum Supiatno.

Sedang tersangka SM yang kenakan setelan pakaian gamis serta jilbab (hijab) warna pink, diantar jaksa Doni serta Indri.

Sebelumnya menuju mobil Innova hitam KT 1140 MZ, tersangka SM menutupi berwajah. Ia didampingi suaminya kenakan jubah hitam diperlengkapi kopiah, menutupi rambutnya yang panjang.

Baca Juga  Mantan Sekda Kota Samarinda Fadli Ila Masuk Penjara

Ia pernah menyebutkan pada mass media sebelumnya istrinya digiring ke mobil.

” Telah.. telah.., ” kata suaminya, sembari mengerakkan tangannya supaya mass media tidak meremehkan gambar istrinya.

Sesudah keduanya masuk kedalam mobil, staf Pidsus Kejari Samarinda, Alfian serta Zulkifli mengantar ke Rutan Sempaja, Samarinda Jalan Wahid Hasyim.