SHARE

Ya, untuk kedua kalinya Miryam S Haryani terancam dijemput paksa oleh KPK. Fase memalukan ini akan dialami oleh politisi Hanura tersebut jika ia tidak datang secara sukarela untuk memenuhi panggilan pemeriksaannya sebagai tersanhgkagka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP Kemendagri.

Miryam S Haryani sudah dijadikan tersangka dan dicekal oleh KPK untuk bepergian ke luar negeri sejak 6 April 2017, dan berlaku untuk enam bulan kedepan.

Ia ditersangkakan karena memberi keterangan palsu dari pemeriksaan kasus ini oleh penyidik KPK.

Miryam S Haryani menjadi tersangka ke-4 setelah Irman, Sugiharto dan Andi Narogong.

Dakwaan terhadap Irman dan Sugiharto sudah dilimpahkan ke pengadilan dan sudah sembilan kali disidangkan di PN Tipikor Jakarta.

irsugih
Irman & Sugiharto

Andi Narogong sudah diperiksa lagi oleh penyidik KPK dan 29 saksi sudah dimintai keterangannya oleh KPK.

Berbeda dengan Irman, Sugiharto dan Andi Narogong yang ditahan oleh KPK, meski sama-sama berstatus tersangka Miryam S Haryani masih bebas

Pemeriksaan pertama untuk Miryam Haryani sebagai tersangka dilakukan Kamis (13/4) kemarin. Namun, Miryam Haryani tak datang memenuhi panggilan KPK tanpa memberikan alasan.

KPK menjadwalkan kembali pemeriksaan Miryam Haryani itu pada Senin (17/4) mendatang.

Jika ia tak datang lagi, akan dilakukan penjemputan paksa.

Dari kasus e-KTP ini Miryam Haryani dianggap sebagai salah satu saksi kunci.

Ia meminta uang sebesar Rp 5 miliar kepada Irman, Ditrjen Duikcapil Kemnendagri, yang disebutkannya untuk kepentingan operasional Komisi II DPR RI.

Irman kemudian memerintahkan Sugiharto untuk menyiapkan uang dan menyerahkannya kepada Miryam. Sugiharto kemudian meminta uang Rp 5 miliar dari Direktur Utama PT Quadra Solution Anang S Sudihardjo dan memerintahkan langsung agar diserahkan kepada Miryam.

fikguh
Taufik Effendi & Teguh Juwarno

Dari total uang tersebut, Miryam membagi-bagikannya secara bertahap yakni pertama untuk pimpinan Komisi II yakni Chairuman Harahap, Ganjar Pranowo, Teguh Juwarno, dan Taufik Effendi masing-masing 25 ribu dolar AS.

Baca Juga  Aga: KPK Tak Punya Hak Tersangkakan Miryam Haryani

Kemudian tahap kedua adalah kepada sembilan orang ketua kelompok fraksi Komisi II DPR RI masing-masing 14 ribu dolar AS, termasuk Kapoksi yang merangkap sebagai pimpinan komisi. Sementara ketiga adalah kepada 50 anggota Komisi II DPR RI masing-masing delapan ribu dolar AS, termasuk pimpinan komisi dan Kapoksi.

 

Saat dihadirkan di PN Tipikor pada 23 Maret, Miryam membantah semua keterangan yang disampaikannya kepada penyidik KPK. Ia malah meminta BAP-nya dicabut, karena menurutnya dibuat dalam tekanan dan ancaman tiga penyidik KPK, Novel Baswedan dkk.

Miryam kemudian tidak datang ke PN Tipikor pada persidangan 27 Maret, saat mana ia hendak dikonfrontir dengan Novel Baswedan dkk.

Pada 5 April, Miryam S Haryani ditetapkan sebagai tersangka pemnberi keterangan palsu.