SHARE

NUNUKAN — Seseorang warga Kota Parepare, Sulawesi Selatan diputuskan Kepolisian Resor Nunukan, Kalimantan Utara masuk daftar pencarian orang masalah narkoba type sabu-sabu. Kapolres Nunukan, AKBP Jepri Yuniardi di Nunukan, Selasa menyebutkan penetapan DPO sesudah penangkapan pada M Arif (28) mahasiswa asal Kabupaten Wajo, Sulsel dengan tanda bukti sabu-sabu seberat 500 gr pada Sabtu (8/7).

Jati diri DPO itu di ketahui dari hasil kontrol Arif yang sudah diputuskan jadi tersangka masalah sabu-sabu oleh penyidik Polres Nunukan. Orang yang diputuskan masuk DPO melakukan tindakan sebagai pemesan sabu-sabu pada seorang yang bertempat di Negeri Sabah, Malaysia yang menyuruh tersangka untuk mengambilnya.

” Kita sudah tentukan seseorang warga Parepare (Sulsel) jadi DPO yang pesan sabu-sabu di Malaysia dengan menyuruh tersangka (Muhammad Arif) untuk mengambilnya, ” tutur Jepri Yuniardi.

Kapolres Nunukan menyatakan, kehadiran DPO berinisial ‘Bam’ ini tengah dikilas balik berdasar pada pernyataan tersangka. Atas layanan tersangka dijanjikan gaji sebesar Rp 10 juta.

Barang haram yang disembunyikan dalam tas ransel berwarna hitam abu-abu itu, diketemukan waktu menangkap tersangka yang beralamat di Jalan Bau Mahmud Kelurahan Sengkang Kabupaten Wajo ini di perairan Sei Taiwan Kecamatan sebatik Kabupaten Nunukan. Tersangka membawa sabu-sabu sejumlah 10 bungkus plastik warna putih transparan dari Tawau, Malaysia menuju Kabupaten Berau, Kalimantan timur memakai speedboat. Setelah itu menuju Kota Samarinda (Kalimantan timur) lewat jalur darat, lalu menuju Kota Parepare lewat jalur laut.

Baca Juga  Dua Anggota Polres Bengkalis Riau Dipecat Akibat Terlibat Kasus Narkoba