SHARE

Perkembangan terbaru terkait kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP Kemendagri adalah kemungkinan dipanggilnya Muhammad Nazaruddin sebagai salah satu saksi pada persidangan ketiga kasus tersebut di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (23/3) lusa.

Ada delapan dan sembilan saksi yang rencananya akan dihadirkan sebagai saksi di sidang lanjutan PN Tipikor Jakarta tersebut.

Jumlah saksi tersebut serupa dengan persidangan kedua, Kamis (16/3) pekan silam.

Nama Nazaruddin, mantan bendahara umum Partai Demokrat berusia 39 tahun itu, belum masuk dalam jajaran saksi di sidang kedua itu, yang menghadirkan mantan mendagri Gamawan Fauzi, mantan anggota DPR Chaeruman Harahap.

sidangktp1

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo sebenarnya juga dipanggil, namun tak datang.

Agus Martowardojo juga masih belum bisa datang di sidang ketiga, lusa. Akan tetapi, Nazaruddin sangat mungkin dihadirkan.

Menurut keterangan Febri Diansyah, jubir KPK, pemanggilan terhadap Nazaruddin ini terkait dengan penyebutan namanya dalam dakwaan jaksa KPK di sidang pertama. Nazaruddin disebut menerima uang korupsi Rp 287 miliar.

diansyah

Febri Diansyah juga tidak menampik kalau keterangan Nazaruddin dibutuhkan karena dia adalah orang pertama yang membeberkan dugaan soal skandal megakorupsi pada proyek e-KTP Kemendagri itu.

“Nazar memang memberi informasi cukup banyak di awal mengenai e-KTP. Jadi keterangan dia cukup penting meskipun kami tidak hanya mendengar dari satu saksi saja,” Febri menjelaskan.

Baca Juga  Ide Bubarkan Parpol yang (Diduga) Terima Dana E-KTP Tidak Realistis