SHARE

Jakarta – Tiga warga Palestina tewas dalam tindakan memprotes yang berbuntut bentrok dengan pasukan keamanan Israel di Masjid al-Aqsa, Yerussalem. Massa menuntut kebijakan pemerintah Israel yang menempatkan pendeteksi logam serta membatasi jemaah yang juga akan menunaikan salat Jumat di Masjid Al-Aqsa.

Kerusuhan berlangsung sesudah pemerintah Israel mengambil keputusan tidak untuk mengubahkan detektor logam yang dipasang di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa, Jumat (21/7) saat setempat. Pada minggu lantas di tempat itu pernah berlangsung serangan yang menewaskan dua polisi Israel.

Polisi Israel melarang pemuda dibawah umur 50 th. masuk lokasi Kota Tua di Yerussalem Timur untuk melakukan salat Jumat. Disamping itu beberapa wanita diizinkan masuk. Beberapa ratus orang lalu lakukan salat di jalan dekat pintu gerbang tesebut jadi tindakan memprotes larangan masuk ke lokasi Kota Tua di Yerussalem Timur. Menurut polisi, sebagian orang berupaya masuk waktu tindakan memprotes itu yang berbuntut bentrok serta menewaskan 3 warga Palestina.

” Mereka melarang kebanyakan orang yang datang kesini untuk berdoa, namun lalu saya menyebutkan pada mereka kalau saya juga akan pergi ke dokter, namun mereka tidak mengizinkan saya masuk, ” kata pengunjung dari Amerika Serikat, Ulfat Hamad (42), seperti ditulis AFP, Sabtu (22/7/2017).

” Saya juga akan berdoa disini dengan yang beda, ” tambahya diluar tembok.

Terlebih dulu, pasukan Israel juga sudah mengakibatkan paling tidak 50 warga Palestina luka-luka dalam benturan paling baru dengan beberapa demonstran diluar Masjid Al-Aqsa di lokasi Yerusalem timur pada Kamis (20/7) saat setempat. Insiden ini berlangsung menyusul penembakan imam besar Masjid al-Aqsa, Sheikh Ikrima Sabri.

Imam itu barusan usai menunaikan salat Isya pada Selasa (18/7) saat setempat saat polisi Israel coba membubarkan paksa beberapa jemaah. Sabri dilaporkan terluka karena tembakan itu serta sudah dibawa ke ke Tempat tinggal Sakit Al Maqassid di Yerusalem timur.

Baca Juga  Pria Palestina Ditembak Mati Pasukan Israel di Tepi Barat

Tidak di ketahui bagaimana keadaannya sekarang ini. Menurut Palang Merah Palestina seperti ditulis media Press TV, Jumat (21/7/2017), beberapa orang yang lain juga luka-luka dalam insiden itu.