SHARE

Dalam rencana mensupport program kerja Lanud Sultan Hasanuddin untuk latihan penembakan oleh Denhanud, Airnav Indonesia Kantor Cabang MATSC mengalihkan beberapa penerbangan yang melintas di langit Kabupaten Bulukumba.

Dalam launching yang terima Kompas. com di Makassar, Senin (10/7/2017), MATSC menginformasikan perubahan dari sarana penerbangan, service, prosedur, serta potensi bahaya dan mesti di ketahui terlebih oleh personel yang berkaitan dengan operasi penerbangan.

” Service jalan raya udara beresiko ada latihan pasukan spesial TNI AU serta sekalian eksperimen senjata baru. Maka dari itu, ada pengalihan jalur lalulintas udara untuk penerbangan nasional ataupun internasional, ” kata General Manager MATSC Perum LPPNPI (AIRNAV INDONESIA), Novy Pantaryanto.

Dalam eksperimen senjata baru rudal Chiron serta meriam penangkis serangan udara Oerlikon, sambung Novy, ruang sebagai titik tembak yaitu daerah Kabupaten Bulukumba, Sulsel dengan arah tembakan menuju barat daya (laut) dengan radius 30 km. serta jarak luncur sampai 10. 000 m (33. 000 kaki) diatas permukaan laut (dpl).

” Jadi penerbangan yang diarahkan pesawat Wings Air rute domestik Makassar-Selayar, pesawat Susi Air rute domestik Selayar-Kendari, serta pesawat Silk Air rute internasional Singapura-Dili. Semua pesawat dihimbau supaya tidak melintas di koordinat yang disebut dengan jarak radius 30 km., ” katanya.

TNI AU juga akan lakukan latihan pada pasukan ciri khas memakai senjata baru rudal Chiron serta meriam penangkis serangan udara Oerlikon Skyshield untuk mencegah ancaman atau serangan dari udara.

Latihan pasukan ciri khas serta eksperimen senjata Oerlikon Skyshield juga akan dikerjakan di Pelabuhan ikan, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Kamis (13/7/2017) mulai jam 09. 00 sampai jam 11. 00 Wita serta beberapa jam 14. 00 sampai jam 16. 00 Wita.

Gagasan latihan serta eksperimen senjata baru itu dibenarkan Panglima Koopsau II Marsekal Muda TNI Yadi Indrayadi Sutanandika yang di konfirmasi di sela-sela perayaan HUT Bhayangkara di Trans Studio, Makassar, Senin (10/7/2017).

” Gagasan melatih pasukan ciri khas kita untuk berlatih pakai persenjataan Oerlikon Skyshield. Hingga dengan latihan itu, diinginkan kita dapat melindungi pangkalan serta melindungi alutsista dari peluang ada ancaman dari udara, ” kata Yadi.

Yadi mengungkap, senjata Oerlikon Skyshield yaitu senjata baru dipunyai oleh TNI AU serta baru pertama kalinya eksperimen. Senjata ini menembak dari darat ke udara.