SHARE

Beijing – Sekurang-kurangnya 35 warga Jepang ditahan oleh otoritas China, persisnya di lokasi Fujian. Penahanan ini dilaporkan berkaitan masalah penipuan lewat telepon yang membidik warga lansia.

” Kami memperoleh info kalau otoritas lokal (China) sudah memberitahukan Konsulat Jenderal Jepang di Guangzhou pada 3 Juli, kalau mereka menahan 35 warga Jepang atas sangkaan penipuan, ” papar satu diantara petinggi Kementerian Luar Negeri Jepang yang malas dimaksud namanya, pada Reuters, Rabu (12/7/2017).

Petinggi Jepang itu malas memberi info selanjutnya masalah penahanan ini, dengan argumen penyelidikan masalah ini dikerjakan oleh otoritas China.

Surat berita ekonomi Jepang, Nikkei, memberikan laporan kalau beberapa puluh warga Jepang itu ikut serta skema penipuan lewat telepon yang membidik warga di Prefektur Chiba, samping timur Tokyo. Dengan kata beda, korbannya juga warga Jepang, tetapi beberapa aktor beroperasi dari China.

Lihat jumlah tersangka yang ditahan, Nikkei mengatakan, masalah ini punya potensi jadi masalah penipuan lewat telepon paling besar di Jepang, yang beberapa aktornya beroperasi di China.

Menurut Nikkei, sindikat penipuan seperti ini yang beroperasi dari China selalu bertambah dalam satu tahun lebih paling akhir, untuk hindari penindakan hukum oleh otoritas Jepang.

Masalah penipuan lewat telepon yang membidik warga lansia tengah menebar luas di Jepang. Dalam masalah ini, beberapa aktor juga akan menghubungi seseorang warga lansia dengan berpura-pura jadi anak atau cucu mereka. Aktor juga akan menyebutkan mereka begitu perlu uang serta memohon warga lansia untuk mentransfer beberapa uang lewat bank atau kirimnya lewat rekan atau kolega.

Nikkei mengatakan, beberapa puluh warga Jepang yang ditahan di China disangka kuat bertindak jadi penipu dalam masalah ini. Saat ini bergantung pada otoritas China apakah juga akan menyerahkan beberapa tersangka yang ditahan itu ke Jepang atau tidak.