SHARE

Pakar Hukum Pidana Romli Atmasasmita mengakui, mulai sejak lama rasakan ada persoalan di internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, ada 36 orang yang diputuskan jadi tersangka oleh KPK dengan alat bukti permulaan yang tidak cukup.

Hal tersebut disibakkannya dalam rapat dengan Pansus Hak Angket KPK, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

” Ada 36 tersangka bukti awalannya tidak cukup. Saya katakan bukanlah satu, bila 36 tidak ngerti saya. Level Polsek saja tidak mungkin saja begini, ” tutur Romli.

Romli menyebutkan, ia terasa ada yang tidak beres di KPK saat jadi saksi pakar pada sidang praperadilan Budi Gunawan serta Hadi Poernomo.

Putusan tuntutan praperadilan menyebutkan kalau penetapan tersangka keduanya tidak sah karna tidak dibarengi bukti.

Menurut Romli, Hadi Poernomo waktu itu juga menceritakan kalau hubungan serta Pimpinan KPK waktu itu tidak baik.

” Keluar lah narasi Hadi Poernomo kalau ada ancaman-ancaman. Hadi juga miliki problem hingga saat dia pensiun jadi tersangka. Saya bersedia jadi pakar serta nyatanya memanglah bukti-buktinya juga tak ada, ” kata Romli.

Mengenai, info masalah ada 36 orang yang diputuskan jadi tersangka tanpa ada bukti permulaan yang cukup didapat Romli lewat Taufiequrachman Ruki yang waktu itu menjabat Pelaksana Pekerjaan Ketua KPK.

Ruki ditunjuk jadi Plt sesudah Ketua KPK waktu itu, Abraham Samad, serta wakilnya, Bambang Widjojanto, berstatus tersangka.

Romli mengakui, mengemukakan pada Ruki masalah firasatnya kalau ada suatu hal yang punya masalah di KPK.

” Saya terasa ada suatu hal yang punya masalah didalam KPK. Saya katakan, ‘Tolong disana Anda titel perkara, check apa benar semuanya pekerjaan KPK dilandaskan pada ketentuan’, ” kata dia.

Tiga bln. lalu, Ruki mengemukakan hasil titel perkaranya masalah 36 orang itu.

Walau 36 orang itu diputuskan jadi tersangka tanpa ada bukti permulaan yang cukup, tetapi kasusnya tidak dapat dihentikan karna KPK tidak diberi kewenangan menerbitkan SP3.

” Saya tidak paham nasib ke 36 orang itu (saat ini), ” kata Romli.