SHARE

Satu bus yang ditumpangi beberapa peziarah Hindu diberondong dengan tembakan di lokasi bergolak Kashmir, India, hingga tujuh orang tewas serta lebih dari 10 orang sekali lagi terluka.

Menurut Times of India, Selasa (11/7/2017), enam wanita serta satu pria tewas dalam serangan yang berlangsung pada Senin (10/7/2017) sore itu di Distrik Anantnag, Kashmir, itu.

Serangan pada peziarah Hindu itu adalah yang paling mematikan mulai sejak th. 2000 di Kashmir, wilaya yang sebagian besar penduduknya yaitu Muslim.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, berkicau di Twitter untuk menyikapi serangan itu. “Sedih tidak terkatakan atas serangan pengecut” pada umat Hindu yang tengah ikuti ziarah Amarnath Yatra.

Gua Amarnath, yang terdapat di dekat stasiun di bukit Pahalgam, negara sisi Jammu serta Kashmir, India, jadi tempat ziarah tahunan untuk umat Hindu.

Ziarah ke gua itu sudah berkembang jadi begitu popular mulai sejak awal 1990-an serta jadi sumber kemelut di waktu dulu, berlanjut th. ini.

Langkah keamanan yang belum juga sempat berlangsung terlebih dulu, termasuk juga camera pengintai, bungker antipeluru serta pemasangan jammer (alat pembasmi tanda) hp, sudah dipasang membuat perlindungan sekitaran 115. 000 peziarah.

Polisi India di Kashmir menyebutkan, serangan itu diawali dengan tembakan oleh grup militan ke arah bunker serta pos penjagaan polisi di Anantnag.

” Api itu bisa dihentikan. Tetapi, satu bus wisata diberondong peluru hingga 18 turis terluka, ” kata mereka dalam satu pernyataan, seperti dilaporkan kantor berita Perancis, AFP.

” Diantara mereka tujuh orang tewas, terluka serta dirawat. ”

Satu diantara peziarah yang dibawa ke rumah sakit di Anantnag menyebutkan, “Ada banyak temabakan. Kami tidak paham apa yang berlangsung. Kami tengah pergi ke Katra di lokasi Jammu) dari Srinagar. ”

Bekas Menter Besar Jammu serta Kashmir, Omar Abdullah, bercericit di Twiiter, kalau serangan itu yaitu “satu-satunya peristiwa yang membuat kami takut th. ini”.

Serangan besar yang mengarah peziarah Hindu berlangsung pada th. 2000, yaitu 30 orang tewas. Aktornya tidak beda yaitu grup militan Lashkar-e-Taiba, yang berbasiskan di Pakistan.