SHARE

Kasus rekaman illegal yang saat ini tengah disidangkan di Mahkamah Kehormatan Dewan, akhir-akhir ini memang menyita perhatian masyarakat begitu kuatnya. Nama Setya Novanto dituding menjadi biang kerok atas semua kegaduhan ini. Namun  masalah sebenarnya justru menghilang.

Masalah janji dari Sudirman Said, Menteri ESDM yang memberikan janji kepada Presiden Komisaris Freeport, James Moffett, bahwa pemerintah akan menjamin kontrak karya Freeport yang akan habis pada tahun 2012 akan diperpanjang secepatnya. Bahkan sebelum tahun 2019.

Tindakan Sudirman Said tersebut jelas-jelas telah UU MInerba dan Peraturan Pemerintah yang menyatakan bahwa perundingan kontrak karya Freeport baru bisa dilaksanakan sebelum tahun 2019.

“Kita jangan melupakan akar masalah sebenarnya, akar masalah perekaman dari Freeport terhadap pembicaraan dari Ketua DPR, Setya Novanto ini penuh tanda tanya. Mengapa pembicaraan ini direkam dan mengapa lalu dibcorokan,” ungkap Abdul Rahman Saleh, mantan Jaksa Agung RI.

Setelah pembocoran itu, masalah Freeport ini menjadi heboh dan publik Indonesia bertengkar sendiri. Selanjutnya nama presiden dan wapres disebut-sebut. Mereka disangkut-pautkan dengan Freeport.

“Selanjutnya kita berkelahi antarkita sendiri dan melupakan akar masalah dari bisnis Freeport, yang sebenarnya,” kata Abdul Rahman Saleh.

Masalah bisnis yang ditumpangi atau bergeser menjadi politis tentu berkembang secara liar dan menjadi masalah politik heboh. Sementara kasus yang menjerat Freeport dan Meterio ESDM sendiri menghilang tertimpa riuh rendah isu-isu di MKD tersebut.

“Saya menduga ada skenario besar dibalik ini, jadi tidak hanya masalah bisnis semata tapi juga masalah politik seperti yang terlihat minggu-minggu dan membelit kita begitu hebohnya,” ungkap Abdul Rahman Saleh, mantan Jaksa Agung,

Mantan jaksa Agung Abdul Rahman Saleh, kembali meminta agar masyarakat Indonesia dan para politisi di DPR untuk mengembalikan masalah pokok awalnya. “Ini masalah binsis, yang menjadi heboh karena kasus ini diledakkan dan dengan direkam diam-diam. Bagi saya ini sudah menunjukkan arah yang jelas kemana mereka ini mau pergi,” kata Abdul Rahman Saleh.