SHARE

Menteri Pendidikan serta Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebutkan, ada empat pekerjaan spesial yang didapatkan Presiden Jokowi waktu melantiknya jadi menteri.

Muhadjir disuruh lakukan percepatan distribusi pada program Kartu Indonesia Pandai (KIP), revitalisasi sekolah SMA-SMK, pendidikan ciri-khas serta peninjauan ujian nasional. Dari empat keinginan presiden, cuma pendidikan ciri-khas yang belum juga jalan baik.

” KIP sekarang ini telah 85 %, waktu dahulu baru masuk itu baru 25 %, ” kata Muhadjir di Semarang, Kamis (20/7/2017).

Masalah revitalisasi SMA serta SMK, kata Muhadjir, masalah selesai saat ada instruksi presiden untuk mengatur itu.

Lalu ujian nasional sudah dikerjakan peninjauan, akhirnya juga akan ditingkatkan jadi ujian nasional berstandar internasional.

Pelajari ujian nasional sekarang ini, sambung dia, cuma dapat mendeteksi kekuatan di level 3, hingga UN butuh ditingkatkan di level 4.

” Tanpa ada kurangi hormat proses UN, UN cuma dapat mendeteksi kekuatan level 3. Tes multipel choice belum juga hingga tingkat 4. Walau sebenarnya kekuatan era 21 telah tingkat 4, ” tuturnya.

Ia juga mengutamakan kalau pelajari siswa lewat UN mesti ditingkatkan, satu diantaranya lewat UN berstandar internasional.

” Bila pelajari gunakan ujian nasional itu tidak terwujud. Bila cuma ujian nasional (sekarang ini) itu masih tetap jauh dari panggang api, ” imbuhnya.

Sesaat program pengembangan ciri-khas (PPK) juga akan diwujudkan lewat sekolah lima hari. Muhadjir menyatakan kalau sekolah lima hari dengan delapan jam itu bukanlah full day school.

” Semuanya diplesetkan jadi full day school. Bisa, (anak) pulang dahulu makan, lantas ke madrasah. Janganlah pikirkan anak tidak bisa keluar, ” tuturnya.