SHARE

Ini masih terkait dengan seputar hubungan Paulus Tanos dan Gamawan Fauzi. Keduanya ternyata sangat dekat. Paulus Tanos bahkan disebut-sebut sebagai salah satu kepercayaan dari Mendagri 2009-2014 itu.

Adalah Gamawan Fauzi pula yang disebutkan merekomendasi masuknya Paulus Tanos ke dalam konsorsium PNRI yang belakangan diputuskan sebagai pemenang tender pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2012 itu.

Untuk persidangan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP Kemendagri yang digelar Senin (8/5) kemarin, tim jaksa penuntut umum dari KPK sebenarnya sudah mengantongi keterangan tertulis dari Paulus Tanos yang sejak beberapa tahun terakhir bermukim di Singapura.

Paulus Tanos, melarikan diri ke Singapura.
Paulus Tanos, melarikan diri ke Singapura.

Paulus Tanos sengaja didatangi oleh penyidik KPK dan anggota tim jaksa KPK di Singapura. Banyak pertanyaan diajukan kepadanya, sejatinya terkait pengadaan e-KTP. Paulus Tanos juga membeberkan keterlibatan banyak pihak di proyek e-KTP tersebut, terutama dari unsur Kemendagri.

Keterangan tertulis dari Paulus Tanos ini tidak dibacakan pada persidangan kasus e-KTP Senin kemarin. Tim JPU dari KPK mungkin punya pertimbangan tersendiri sehingga keterangan tertulis dari Paulus Tanos tampaknya masih harus didalami.

Sangat mungkin tim JPU sedang mempersatukan potongan-potongan keterangan dari Paulus Tanos dan Gamawan Fauzi. Merangkaikan satu kesaksian dengan kesaksian lainnya tentu tidak mudah. Begitu juga dengan merajut keterangan yang terserak dari kesaksian Gamawan Fauzi di persidangan 16 Maret lampau.

Tim JPU tampaknya yakin bahwa Gamawan Fauzi melakukan kebohongan dengan tidak mengakui bahwa kepergiannya ke Singapura adalah untuk bertemu dengan Paulus Tanos. Saat itu, 16 Maret, JPU tidak mempermasalahkan pernyataan Gamawan Fauzi yang membantah bertemu Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos untuk membicarakan proyek e-KTP di Singapura.

uzi
Gamawan Fauzi. Terus berbohong

Pada persidangan 16 Maret itu JPU mencecar Gamawan seputar kedekatannya dengan Paulus Tanos. Gamawan mengaku sudah lama kenal Paulus. Saat masih menjabat sebagai Gubernur Sumatera Barat, ada beberapa pengusaha yang membuat kontrak kerjasama tentang PLN di Sumatera Barat, Paulus Tanos merupakan salah satu kontraktornya.

Baca Juga  Aliran Dana e-KTP Menuju Kemendagri

“Akhirnya ditandatangani di daerah yang bersangkutan supaya daerah tidak ada yang kekurangan listrik di Padang, saya baru tahu dari situ dia salah satu kontraktornya,” ujar Gamawan, sebagaimana tercatat dalam dokumen Nasionalisme.net. Namun, Gamawan mengaku tidak tahu bahwa Paulus Tanos terlibat dalam proyek e-KTP.

Terkait dengan kepergiannya ke Singapura, seperti sudah ditulis Nasionalisme.net kemarin, Gamawan juga membantah kalau kepergiannya untuk menemui Paulus Tanos.

“Tidak (bertemu Paulus Tanos). Saya hanya semalam di Singapura. Dan saya hanya di kamar semalaman,” kata Gamawan kala itu.

mansu
Irman & Sugiharto, dua mantan anak buah Gamawan Fauzi yang sudah menjadi terdakwa kasus e-KTP. Keduanya diajak ke Singapura oleh Gamawan untuk bertemu dengan Paulus Tanos.

Dalam kesaksiannya, Gamawan menjelaskan bahwa dirinya ke Singapura setelah kunjungan kerja di Batam.

Kunjungan ke Singapura itu dilakukan lantaran ada waktu luang. Namun, Gawaman tak menampik pelesiran ke Singapura itu dilakukan bersama Irman dan Sugiharto. Untuk urusan pelesiran tersebut, Gamawan mengeluarkan kocek pribadi.

“Pernah (ke Singapura). Saya pakai uang sendiri. Saya berikan uang 1000 dollar ke Giarto (Sugiharto). Lebih uang saya,” tandas Gamawaan sembari memastikan bahwa kepergian ke Singapura itu tak berkaitan dengan proyek e-KTP.

Anda percaya?

Dia pasti berbohong. JPU juga meyakini Gamawan berbohong. Mereka mengaku punya bukti pertemuan Gamawan dengan Paulus Tanos.

Bukti itu yang akan disampaikan di persidangan berikutnya.

Itu berarti Gamawan Fauzi akan dihadirkan lagi di persidangan.