SHARE
Paulus Tanos,kesaksiannya hanya pendapat, bukan fakta.

Sidang perkara dugaan korupsi proyek e-KTP Kemendagri kembali berlanjut hari ini, Senin (8/5), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Dua terdakwa mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Suhiharto yang didampingi pengacara, Susilo Aribowo, akan kembali mendengarkan paparan sejumlah saksi yang dihadirkan tim jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi.

Di antara saksi yang dihadirkan tersebut, akan ada pengacara Mario Cornelio Bernardo dan pengacara kondang Hotma P.D. Sitompul.

mario
Mario Cornelio Bernardo. Pengacara di kantor Hotma Siotompul

Melacak dari sejumlah dokumen kasus dugaan korupsi e-KTP Kemendagri, kehadiran Mario Conelio dan Hotma Sitompul di meja saksi sidang e-KTP ke-13 ini memiliki cerita tersendiri.

Karena Mario Cornelio Bernardo dan Hotma Sitompul maka salah satu saksi kunci kasus ‘perampokan’ uang negara ini, kini bermukim di Singapura.

Nama saksi tersebut adalah Paulus Tannos, pemilik PT Sandipala Sejahtera. Perusahaan Paulus Tannos, kebagian mencetak blangko e-KTP dan personalisasi pada proyek e-KTP karena menjadi anggota konsorsium PNRI.

Namun akibat tersandung masalah dengan Oxel System yang disebut terkait dengan anak pengusaha Tommy Winata yakni Andi Winata, menyebabkan Paulus Tannos dan keluarganya terpaksa suaka ke Singapura. Sementara di Tanah Air, ia menyerahkan kepada pengacara Hotma Sitompul untuk menyelesaikan permasalahannya.

twjuga
Tommy Winata. Terseret-seret kasus e-KTP

Adapun tim penyidik KPK beberapa hari lalu dibantu lembaga antikorupsi Singapura, disaksikan pejabat KBRI di negara tersebut, memeriksa Paulus di apartemennya. Sayangnya, Paulus tidak masuk dalam daftar yang bakal dihadirkan di persidangan e-KTP oleh jaksa penuntut secara langsung.

Meski begitu, jaksa KPK sudah mengantongi pernyataan yang dibubuhi tandatangan bahwa Paulus Tanos disumpah saat penyidikan. Pernyataan itupun telah diserahkan oleh tim jaksa KPK sebagai bukti saksi kepada majelis hakim.

Pernyataan Paulus Tannos di hadapan penyidik cukup rinci dalam membongkar tabir keterlibatan para pejabat Kemendagri, disamping aktor utama kasus ini, yakni Andi Agustinus alias Andi Narogong.