SHARE

Menkum HAM Yasonna Laoly akan melaporkan hasil Rapimnas Golkar kubu Aburizal Bakrie ke Presiden Joko Widodo. Dia menjanjikan kepastian untuk Munaslub yang digagas ARB. “Saya akan rapat dengan Pak Luhut (Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan). Ini akan kami laporkan dulu ke bapak Presiden tentunya,” kata Yasonna Laoly, Senin (25/1) malam di JCC, Senayan.

Yasonna menegaskan pemerintah mendukung rekonsiliasi Golkar. Salah satunya adalah pemberian legal standing untuk pelaksanaan Munaslub. “Tidak dong (pemberian SK setelah Munaslub). Harus ada dasar legal-nya. Sudahlah, dalam waktu dekatlah,” ujar politikus PDIP itu.

Sebelumnya, ARB mengatakan bahwa pihaknya akan mengadakan Munaslub pada bulan Mei atau Juni 2015. Wapres Jusuf Kalla pun setuju dengan hal ini. “Saya setuju sebelum lebaran, sebelum Pilkada, supaya tidak ada komplikasi lagi,” kata JK, dalam pidato penutupan rapimnas, Senin malam itu.

Rapimnas Golkar yang diadakan oleh ARB juga menghasilkan keputusan soal revisi UU. ARB meminta agar sistem pemilu yang sekarang proporsional terbuka menjadi tertutup. “Ada secara khusus dibicarakan usulan Partai Golkar, sistem pemilihan umum yang akan datang, dapat diubah dari proporsional terbuka ke proporsional tertutup,” ungkap ARB.

Hal itu disampaikan ARB dalam pidato politiknya saat penutupan rapimnas. Dalam kesempatan ini, Wapres Jusuf Kalla hadir bersama dengan Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Menkum HAM Yasonna Laoly dan Mendagri Tjahjo Kumolo. istem proporsional terbuka berarti pemilih bebas memilih langsung wakil rakyatnya saat Pemilu. Sementara, proporsional tertutup berarti hanya memilih partai.

Kembali ke pidato ARB, dia merasa proporsional tertutup lebih baik bagi bangsa. Itu didapat berdasarkan pengamatannya sekaligus pengalaman dari Pemilu 2014. “Partai politik adalah pilar penting demokrasi Indonesia. Tapi partai politik saat ini tak punya satu tempat terhormat dalam penentuan calon yang dipilih untuk perwakilan rakyat baik DPR atau DPRD,” terang ARB.

Masih soal Pemilu, ARB juga membanggakan pencapaian Golkar dalam Pilkada. Meski sejumlah kader menyebut prestasi partai beringin di Pilkada jeblok, tidak begitu dengan ARB. “Saya juga ingin menyampaikan kabar gembira soal pilkada. Golkar sudah jatuh, benar tidak? Dari 260, Golkar menang 130. Tidak jelek jelek amat,” paparnya.

“Ini jasa Pak JK, ubah peraturan di KPU sehingga Golkar bisa ikut serta,” sebut ARB.