SHARE
Aga Khan, mewakili Miryam Haryani gugat KPK ke praperadilan.

KPK sudah beberapa kali dalam kasus pra peradilan yang diajukan oleh pihak yang mereka jadikan tersangka. Selain kalah dalam praperadilan dengan Hadi Poernomo, mantan Ketua BPK, lalu Budi Gunawan, manmtan Wakapolri KPK juga pernah kalah di sidang pra peradilan dari Bupati Nganjuk Taufiqurrahman.

Melihat rekam jejak keklahan KPK itu, maka Miryam S. Haryanio, politisi Hanura juga melakulkan perlanawanan yang sama. Miryam sudah dua kali mangkir saat dipanggil KPK untuk pemeriksaan. Miryam juga sudah memastikan tidak akan hadir dalam pemanggilan ketiga.

Selain itu Miryam juga langsung menggugat praperadilan atas keputusan KPK menetpakan dirinya sebagai tersangka dalam kasus kesaksian palsu. Gugatan ini dilayangkan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Jumat (21/4/2017). Isi gugatan antara lain penatapan tersangka oleh KPK kepada Miryam Haryani karena diduga memberi keterangan palsu dalam sidang korupsi e-KTP.

Kuasa hukum Miryam, Aga Khan Abduh, langsung bergerak. Ia mendatangi kantor KPK di Kuningan, Jakarta, Selasa (25/4). ”Kami mendaftarkan gugatan praperadilan terhadap kasus klien kami, Miryam S Haryani atas penetapan selaku tersangka,” kata Aga.

Aga juga membawa surat permohonan pemeriksaan praperadilan Nomor 030/AKN.IV/2017. Dalam surat itu juga jelas disebutkan, Miryam sebagai pemohon mengajukan permohonan pemeriksaan praperadilan mengenai pelanggaran terhadap penetapan tersangka yang dilakukan oleh penyidik KPK.

Penetapan tersangka terhadap kasus dugaan memberikan keterangan palsu yang ditujukan kepada Miryam bukan wewenang KPK. ”Karena itu kan tindak pidana umum,” ujar Aga. Penetapan itu seharusnya menjadi domain kepolisian, bukan KPK.

Aga Khan, yakin menang atas KPK.
Aga Khan, yakin menang atas KPK.

Alasan lain yang menguatkan Miryam untuk mengajukan gugatan praperadilan, tentu berkaitan dengan hak sebagai warga negara untuk melakukan upaya hukum. Kini gugatan praperadilan itu sudah masuk ke PN Jaksel, untuk itu Aga meminta agar KPK menghormati proses ini dengan mendahulukan praperadilan ketimbang pemanggilan Miryam sebagai tersangka. ”Kami mohon ya kita uji dulu. Bahwa praperadilan itu diterima atau tidak,” pintanya.

Baca Juga  Soal Pengistimewaan Nazaruddin, KPK Pelajari Pernyataan Yulianis

Dengan tegas Aga menyatakan bahwa kliennya akan fokus pada gugatan praperadilan. Aga juga membantah Miryam mengingkari komitmennya untuk bersikap kooperatif. ”Langkah hukum kami sudah jelas, praperadilan didaftarkan di PN Jakarta Selatan. Seharusnya dilakukan dulu langkah-langkah praperadilan kami,” ucap dia menanggapi rencana KPK memanggil kembali Miryam untuk yang ketiga kalinya.

Aga juga menuturkan, keputusan mengajukan praperadilan adalah jawaban pasca Miryam mengajukan permohonan kepada KPK untuk menunda pemanggilan sekaligus pemeriksaan dirinya sampai hari ini (26/4).

”Setelah kami pertimbangkan, kami ajukan praperadilan. Jadi konsentrasi untuk ini dulu deh,” ujarnya. Dia menegaskan kembali bahwa Miryam tidak akan hadir meski KPK kembali memanggilnya