SHARE

Jakarta – Penyidik KPK kembali menyebut politikus Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa berkaitan masalah sangkaan korupsi project pengadaan e-KTP. Agun juga ada sekalian menyatakan apabila dia tidak menghindar dari pemanggilan penyidik KPK.

” Tidak untuk menyebabkan kesan saya mangkir, saya menghindar, saya berlindung dibalik pansus, saya dengan mengatakan basmalah meninggalkan keharusan konstitusional saya, ” ucap Agun di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017).

Pada panggilan terlebih dulu memanglah Agun tidak hadir dengan argumen menunaikan tugasnya jadi ketua panitia spesial (pansus) angket pada KPK. Waktu itu, Agun memimpin rombongan pansus angket bertandang ke Instansi Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin untuk berjumpa serta wawancarai beberapa narapidana masalah korupsi.

Menurut Agun, seyogyanya hari inilah mesti memimpin agenda pansus angket. Tetapi untuk menggenapi panggilan KPK, ia mengakui meninggalkan agenda itu.

” Dengan lebih memprioritaskan, karna bagaimana juga panggilan KPK ini yaitu sistem penegakan hukum yang perlu dipatuhi, ditaati, serta digerakkan. Yang sampai kini juga telah saya kerjakan, tidak sempat saya mangkir, ” tutur Agun.

Untuk hari ini, Agun di check jadi saksi untuk tersangka Andi Agustinus dengan kata lain Andi Narogong. Terkecuali Agun, KPK juga menyebut bekas pimpinan Banggar Tamsil Linrung.

” Hari ini dijadwalkan ulang kontrol untuk 2 saksi masalah e-KTP dari unsur anggota DPR yakni Tamsil Linrung serta Agun Gunandjar, ” tutur Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di konfirmasi.

” Penyidik selalu memahami serta mengklarifikasi pengetahuan beberapa saksi berkaitan sistem pengurusan biaya e-KTP serta tanda-tanda aliran dana pada beberapa pihak, ” tambah Febri.

Terlebih dulu Agun telah di panggil pada 4 Juli lantas, tetapi tidak ada karna memimpin pansus bertandang ke Lapas Sukamiskin untuk menjumpai terpidana masalah korupsi. Ia berkata sudah menyertakan surat izin aktivitasnya per tanggal itu.