SHARE

Beberapa hari lalu terkabarkan pernyataan Agus Rahardjo, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, terkait perangkapan jabatan dari Oesman Sapta Odang.

Agus Rahardjo menyentil OSO karena memegang tiga jabatan strategis dari OSO.

Yakni, sebagai Wakil Ketua MPR, Ketua Umum Partai Hanura, dan terakhir sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Intinya, Agus Rahardjo mempertanyakan kinerja DPD kedepannya karena kini “disusupi” unsur dari partai politik.

OSO
OSO, saat dikukuhkan sebagai Ketua DPD

Agus Rahardjo meminta OSO melepaskan jabatannya di DPD.

Merespon pernyataan Agus Rahardjo, OSO menanggapinya dengan ketus, “Bukan urusan dia,” katanya.

Pernyataan kontra-produktif Agus Rahardjo terkait perangkapan jabatan OSO tersebut membuat marah kader Partai Hanura.

Mereka mendesak Agus Rahardjo untuk meminta maaf kepada OSO dan Partai Hanura.

Belum diketahui apakah Agus Rahardjo sudah menyatakan permintaan maafnya.

oliiik
Olly Dondokambey, Gubernur Sulut dan Bendum PDIP. Dekat dengan Megawati

Yang jelas, terkait perangkapan jabatan itu, Agus Rahardjo juga menyerang Olly Dondokambey.

Gubernur Sulut yang disebut-sebut menerima suap di kasus Hambalang dan e-KTP –yang keduanya masih disidik oleh KPK itu– disentil soal perangkapan jabatannya.

Yakni, sebagai Gubernur Sulut dan Bendahara Umum Partai PDIP.

Agus Rahardjo mengatakan, seorang gubernur haruslah melayani semua masyarakat, apapun latar belakangnya. Meskipun gubernur tersebut diusung oleh satu atau beberapa partai.

“Kalau dilihat, sebetulnya harus melayani semua masyarakat. Begitu jadi gubenur kan, meskipun dicalonkan dari partai tertentu, setelah jadi gubernur kemudian anda harus melayani semua, nggak boleh diskriminatif,” papar Agus Rahardjo saat diskusi tersebut, sebagaimana tertuang dalam dokumen Nasionalisme.net.

Terkait dengan perangkapan jabatan Olly Dondokambey, menurut Agus Rahardjo, Olly harus memilih antara menjadi pejabat struktur partai atau gubernur.

“Dia yang menjadi pejabat publik dia harus lepaskan baju partai, mestinya kan begitu,” tegasnya.

Baca Juga  Tolak Tenaga Honorer, KPK Khianati Perjuangan Rakyat

Bagaimana tanggapan Olly Dondokambey?