SHARE
Apakah Jokowi tengah mempertimbangkan untuk memecat Agus Rahardjo?

Keterlibatan Agus Rahardjo dalam kasus e-KTP kini sudah diketahui oleh Presiden Joko Widodo. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu seperti diungkapkan oleh Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR, turut melobi pihak-pihak tertentu di Kemendagri agar konsorsium yang dibinanya memenangkan tender e-KTP.

Kala itu Agus Rahardjo, adalah Ketua LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah0. Agfus memiliki binaan konsorsium yang ingin maju dalam proyek tersebut. Sayang, lobinya ke Gamawan Fauzi gagal. Gamawan yang menjabat sebagai Mendagri pada saat proyek itu digelar kurun waktu 2010-2012, sudah memiliki jagoan nya sendiri.

Kini, saat menjabat sebagai Ketua KPK, Agus Rahardjo langsung melakukan aksi balas dendam. Gamawan menjadi bidikannya. Begitu pula dengan beberapa politisi PDIP yang ada di Komisi II DPR RI kala itu.

Semua informasi mengenai keterlibatan Agus Rahardjo ini sudah disampaikan oleh Fajri Hamzah kepada Jokowi. Fahri menyampaikan hal itu secara informal di sela-sela pertemuan Jokowi dan para pimpinan lembaga tinggi negara, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (14/3/2017).

“Banyak yang Presiden itu belum tahu, belum mendapatkan laporan rupanya, jadi dia kaget juga dengan keterangan yang saya sampaikan itu,” kata Fahri.

Menurut Fahri, Agus memiliki kepentingan, terutama sebagai mantan Ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Selain itu, Fahri juga menyampaikan bahwa kasus e-KTP tiga kali diaudit BPK, yakni pada 2012, 2013 dan Juli 2014.

Hasilnya, kata dia, tidak ditemukan ada masalah dalam pengadaan proyek e-KTP. “Tiba-tiba sekarang kok meledak, dia (Jokowi) kaget juga,” ucap Fahri.

Fahri menyampaikan ke Jokowi usulannya mengenai penggunaan hak angket kasus e-KTP, untuk menyelidiki ketidakberesan dalam pengusutan kasus korupsi e-KTP. Fahri mengatakan, Jokowi tidak masalah dengan usulannya itu.

Baca Juga  Anggaran Polri Terus Naik Di Era Pemerintahan Presiden Jokowi

Bukan tidak mungkin lewat hak angket itu, Jokowi dan DPR bisa mengejar keterlibatan atau konflik kepentingan yang dimiliki oleh Agus. Jika terbukti secara sah dan meyakinkan, Agus Rahadjo akan segera dipecat sebagai Ketua KPK.

Kini kita tunggu saja episode pemecatan itu dalam waktu dekat.