SHARE
Agus Rahardjo, mengakui belum menutup kasus BLBI dan Bank Century.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo disebut-sebut ikut berperan  dalam tragedi penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Agus Rahardjo dan beberapa pimpinan KPK lainnya terlibat dalam konspirasi ingin menyingkirkan Novel dengan motiv yang berbeda.

Dalam kaitannya dengan Agus Rahardjo, Ketua KPK ini berniat menyingkirkan Novel sehubungan dengan keterlibatannya dengan kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP.

Agus Rahardjo ikut terserat dalam kasus e-KTP untuk tahun anggaran 2011-2012 itu dalam kaitannya sebagai Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Kemendagri.

Novel Baswedan saat dijenguk oleh Anies Baswedan.
Novel Baswedan saat dijenguk oleh Anies Baswedan.

Keterlibatan Agus Rahardjo pada kasus e-KTP inilah yang sedang didalami oleh Novel dkk. Pada kasus e-KTP ini Novel adalah sosok pertama di aspek penyidikan, sebagai Kepala Satuan Tugas Penyidikan.

Sumber-sumber Nasionalisme.net di lembaga antirasuah menyebutkan, Agus Rahardjo punya motiv atau kepentingan untuk menyingkirkan Novel dari KPK.

Agus Rahardjo bahkan menolak untuk dimintai keterangannya oleh Novel dkk dari satgas kasus e-KTP.

Dugaan keterlibatan Agus Rahardjo dalam teror terhadap Novel imi berkorelasi dengan kecurigaan dari banyak pihak yang sebelumnya juga menyebut ada conflict of interest antara Ketua KOK dengan kasus e-KTP yang ditangani KPK.

Fahri Hamzah kembali sesalkan penyidik KPK yang bertindak tak profesional dalam penyidikan kasus e-KTP.
Fahri Hamzah

Salah satu kecurigaan itu bahkan disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Sejak kasus e-KTP mencuat Fahri Hamzah sudah curiga adanya keterlibatan Agus Rahardjo. Oleh karena otu, sejak lama juga dia mendesak Agus Rahardjo mengundurkan diri dari KetuaKPK.

Setelah membaca beberapa dokumen, termasuk dakwaan KPK dan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2012, 2013, dan Juli 2014, serta keterangan dari pihak-pihak yang disebutnya mengerti kasus e-KTP ini, Fahri Hamzah menyimpulkan ada indikasi konflik kepentingan antara Agus Rahardjo, yang dahulu menjabat Ketua LKPP, dengan Kementerian Dalam Negeri.

Baca Juga  Disebut Peristiwa Hermansyah Mirip Teror Novel Baswedan

Padahal, setelah audit oleh BPK tempo lalu, proyek e-KTP dinyatakan bebas dari korupsi.

“Agus Rahardjo harus mundur, jelas ada conflict of interest dari keterlibatannya di kasus ini,” seru Fahri Hamzah.