SHARE

Mentan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri, Dorodjatun Kuntjoro Jakti, sudah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Dorodjatun diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) kepada Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) milik Sjamsul Nursalim.

kuntjoro1

Dorodjatun menolak berkomentar mengenai materi pemeriksaan dan juga terkait kasus korupsi yang tengah menjerat mantan Kepala BPPN Syafruddin Arsyad Tumenggung.

Demikian pula saat ditanya SKL BLBI yang diberikan kepada Sjamsul Nursalim pemilik BDNI. Dia mengklaim tidak bisa merincikan materi pemeriksaan tadi.

“Enggak bisa (saya jelaskan), enggak bisa ya,” kata Dorodjatun.

Dorojatun yang juga Guru Besar Emiritus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu tetap tidak memerdulikan pertanyaan dari awak media. Dia pun memilih merangsuk ke dalam mobil untuk membawanya pergi dari Gedung KPK.

kuntjoro2

Dorodjatun diketahui menjabat sebagai Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) pada saat SKL BLBI milik BDNI dikeluarkan. Tugasnya sebagai Ketua KKSK adalah mengawasi kerja BPPN. Dan setiap keputusan apapun yang dikeluarkan BPPN pasti akan dikoordinasikan ke KKSK.

Dorodjatun sebelumnya pernah dimintai keterangannya pada akhir 2014 lalu, saat kasus yang sudah menjerat mantan Ketua BPPN, Syafruddin Arsyad Temenggung ini masih dalam tahap penyelidikan.

Dalam penyidikan kasus ini, sebelumnya KPK juga sudah memanggil mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri era Presiden Abdurrahman Wahid, Kwik Kian Gie dan Rizal Ramli. Mereka diperiksa dalam kapasitasnya sebagai menteri dan ketua KKSK.

dira
Mantan Kepala Loan Work Out BPPN, Dira Kurniawan Mochtar

Sebelumnya, penyidik KPK juga telah meminta keterangan bekas Kepala Loan Work Out BPPN, Dira Kurniawan Mochtar.

Dira yang hanya bertugas di BPPN sampai 2002 itu mengaku dikonfirmasi penyidik KPK perihal penagihan kewajiban Sjamsul Nursalim, khususnya terkait Dipasena atau PT Dipasena Citra Darmaja.

Baca Juga  Demo Melawan Lupa Kasus BLBI

Seperti diketahui, KPK menetapkan Syafruddin Arsyad Tumenggung sebagai tersangka penerbitan SKL BLBI kepada Sjamsul Nursalim, selaku pemegang saham BDNI. Tindakan Syafruddin itu diduga merugikan keuangan negara hingga Rp3,7 triliun.

Syafruddin disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam