SHARE

KARANGANYAR — Beberapa ratus kardus diisi minyak goreng sawit dalam paket diambil alih polisi karena tidak memiliki izin edar. Tim Satgas Mafia Pangan, Kepolisian Resor Karanganyar mengambil alih sejumlah 297 kardus diisi puluah minyak goreng paket merk Azaria dengan beragam ukuran. Polisi juga mengambil alih beberapa puluh jerigen yang diisi minyak goreng sawit yang siap diedarkan.

“Tim Satgas Mafia Pangan merasakan perusahaan pengemasan minyak goreng sawit ini tidak mempunyai izin baik dari BPOM serta surat izin usaha perdagangan, ” papar Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak pada Selasa (11/7).

Ade menerangkan ada 158 kardus diisi minyak goreng sawit dengan berat 400 mililiter per paket, semasing kardus diisi 24 paket. Lalu 52 kardus diisi minyak goreng dengan berat 450 mililiter per paket, tiap-tiap kardus diisi 24 paket. Dan, 42 kardus diisi 20 paket pada tiap-tiap kardus dengan berat satu liter per paket.

Diluar itu, ada 30 kardus diisi minyak goreng sawit sejumlah enam paket pada tiap-tiap kardus, semasing paket dengan berat satu liter. Polisi juga mengambil alih 15 kardus diisi minyak goreng dengan berat dua liter per paket, semasing kardus diisi enam paket.

Polisi juga temukan minyak goreng dalam jerigen sejumlah 71 jerigen dengan berat 5. 000 mililiter serta 20 ribu mililiter. “PT KMS peroleh bahan baku dari PT KIAS yang berada di Surabaya, sesudah terima lalu di kemas di pabriknya yang terdapat di Papahan Karanganyar, ” kata Ade.

Ade menyebutkan minyak goreng itu telah mengedar mulai sejak awal th. ini. Terkecuali di Karangangar, minyak goreng yang dikemas perusahaan itu sudah mengedar di beberapa pasar tradisionil ataupun pasar modern di banyak daerah seperti Sukoharjo, Sragen, serta Klaten.

Baca Juga  Terpelanting Dari Angkutan Pedesaan Sejumlah Siswa Terluka

Dia mengunkapkan polisi masih tetap memahami masalah itu dengan ambil sampel product minyak goreng untuk dikerjakan uji di laboratorium. “Kita juga akan mengarah penanggung jawabnya saat ini masih tetap korporasinya yakni PT KMS, ” kata Ade.