SHARE
Aliran dana e-KTP jelas menuju ke Kemendagri

Sidang kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kemayoran, Jakarta Pusat, kembali digelar Kamis (16/3).

Dalam sidang kemarin, mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Diah Anggraini, mengaku terus terang telah menerima uang sebesar 500.000 dolar AS atau setara Rp 4,5 miliar.

Uang itu ia terima dari terdakwa Irman, mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri dan pengusaha Andi Agustinus (Andi Narogong), orang di balik proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun.

Menurut Diah Anggraini, uang diberikan secara bertahap pada 2013.

Pertama, terdakwa Irman menyerahkan uang 300.000 dolar AS dan kemudian 200.000 dolar AS dari Andi Narogong.

Uang 300.000 dolar AS diantar oleh salah seorang staf Irman dan diterima Diah Anggraini di rumahnya.

Kepada hakim Jhon Halasan Butar Butar Diah menjelaskan bahwa ia tidak kenal dengan staf Irman yang mengantarkan uang sebesar 300.000 dolar AS itu.

“Iya sempat terima (uang), (yang mengantarkan ke rumah) pertama dari saudara Irman. Saya tidak tahu karena itu staf, gelap, maghrib, jadi tidak masuk ke rumah kami,” ucap Diah saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (16/3).

Tidak berselang lama, Diah kemudian menerima lagi 200.000 dolar AS dari Andi Narogong.

Uang tersebut diserahkan Andi kepada Diah di kantornya di Kemendagri. Diah mengaku saat itu terkejut mendapat uang dari Andi. Diah menolak karena tidak tahu sumber uang itu.

“Andi Agustinus datang kepada kami dan memberikan berikan uang. Saya tanyakan ini uang e-KTP ya? Menurut dia bukan. Saya waktu itu belum terpikir. (Kemudian saya bilang) nggak usah, namun ditingaal begitu saja di meja kami,” ujar Diah Anggraini.

Baca Juga  Hari Ini 2 Terdakwa Kasus e-KTP Hadapi Vonis

Usai menerima uang dari Andi, Diah kemudian menghubungi Irman terkait uang 300.000 dolar AS.

Menurut Diah, Irman hanya menjawab jika uang itu dikembalikan maka sama saja dengan bunuh diri.

“Saya enggak berani cerita dengan keluarga saya, dengan anak saya, saya akhirnya diam sampai bergulir diperiksa KPK, dan saya baru bilang akan kembalikan uang itu,” kata Diah sambil menahan tangis.

Diah Anggraini pada akhirnya tidak pernah mengembalikan uang tersebut kepada Andi Narogong dan Irman.

Diah berdalih hanya menyimpan uang tersebut selama hampir setahun dan kemudian diserahkan kepada KPK setelah Diah diperiksa penyidik.

Dalam sidang kemarin Diah mengaku hanya menerima 500.000 dolar AS, padahal di dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, Diah disebut menerima uang 2,7 juta dolar AS (setara Rp 24,5 miliar) dan Rp 22,5 juta.

Majelis hakim mencecar perempuan asal Semarang itu dengan sejumlah pertanyaan.

“Apa memang Saudara Irman sering memberi uang?” tanya ketua majelis hakim. “Tidak Yang Mulia,” kata Diah