SHARE

Hari pertama masuk sekolah di SMAN 2 Nunukan Kalimantan Utara diwarnai kericuhan waktu seseorang pria mengamuk karna anaknya tidak di terima di sekolah itu.

Pria bernama Simanjurang itu mendatangi sebagian guru perempuan yang ada di ruang laboratorium computer sekolah itu. Dia menuding satu diantara guru yang ada di situ sudah ingkar janji.

“Katanya aman aman, apanya yang aman. Ibu ini yang menanggung anak saya aman, nyatanya tidak di terima, ” katanya.

Oleh sebagian anggota satpol PP yang melindungi kondisi di SMA 2 Nunukan, pria yang mengakui anggota polisi itu lalu dibawa naik ke ruang guru di lantai 2 untuk menjumpai kepala sekolah serta sebagian guru yang tengah membuat pertemuan.

Di ruang itu Simanjurang kembali meluapkan kemarahannya serta mencaci maki beberapa guru.

Kepala Sekolah Marry Padang yang mendengar pengucapan itu segera berteriak. “Jangan lantaran polisi Anda memaki, ” katanya.

Sebagian guru yang ada di ruang itu pernah tersulut emosi hingga merangsek ke arah Simanjurang.

Sebagian anggota Satpol PP lalu membawa pria itu keluar dari ruang. Sesaat sebagian guru masih tetap berupaya mengubernya.

Kondisi mulai mereda saat Simanjorang meninggalkan tempat sekolah.

Disamping itu, Marry Padang selesai peristiwa menyebutkan, pihak sekolah memanglah pernah mengakomodasi sebagian siswa termasuk juga anak Simanjurang. Tetapi diakuinya tidak sempat menjanjikan siswa itu dapat di terima.

Menurutnya, momen itu cuma kesalahpahaman belaka. ” Dia geram anaknya tidak di terima. Salah pengertian saja itu, ” katanya.

Disamping itu Simanjorang mengakui khilaf waktu sebagian geram hingga mengatakan kalimat yg tidak pantas pada beberapa guru.

” Saya mengakui khilaf karna emosi tidak termonitor ingin bagaimana? ” katanya.

Dia menyebutkan, tempat tinggalnya cuma berjarak 100 mtr. dari sekolah. Simanjurang juga mengakui anaknya pernah di akomodasi oleh pihak sekolah.