SHARE
Andi Narogong, beri uang pelicin agar mendapat tender e-KTP kepada Irman.

Andi Agustinus alias Andi Narogong kembali menyeret Kemendagri dalam kasus e-KTP. Dalam persidangan kasus dugaan korupsi KTP leketronik dengan tersangka Irman dan Sugiharto, pengusaha tersebut memberikan kesaksian yang sangat jelas.

“Yang Mulia Ketua Majelis Hakim, untuk memenangkan tender lelang proyek e-KTP, saya telah mengeluarkan sejumlah uang yang saya berikan kepada Pak Irman, totalnya mencapai 1,5 juta Dolar Amerika (USD)”.

Demikian diucapkan Andi Narogong dalam kesaksaiannya di bawah sumpah di pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/5/2017).

Disebutkan oleh Andi jika pemberian uang itu tidak langsung sekaligus. Ia memberikannya secara bertahap. Ia juga memberikan uang tersebut di lokasi tempat pertemuan dengan Irman secara berpindah-pindah, tapi masih di wilayah Ibukota Jakarta.

Andi Narogong menjelaskan bahwa dirinya pernah memberikan sejumlah uang senilai 500 ribu USD kepada Pak Irman melalui perantara Sugiharto di daerah Cibubur, Jakarta Timur. Selanjutnya ia kembali memberikan uang senilai 400 ribu USD di Holland Bakery, Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Kemudian Andi Narogong kembali bertemu Irman dan memberikan uang senilai 400 ribu USD di SPBU Jalan Bangka, Kemang Jakarta Selatan. Yang terakhir, Andi Narogong mengaku kembali memberikan uang tambahan kepada Irman senilai 200 ribu USD di SPBU yang sama selang beberapa hari kemudian.

Uang-uang tersebut diberikan oleh Andi Narogong sebagai “pelicin” agar ia mendapatkan bagian pengerjaan sub proyek dari e-KTP tersebut. Salah satu pihak yang paling banyak menerima aliran dana dari Andi Agustinus adalah Irman.

Belakangan diketahui Irman saat itu masih menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia. Irman adalah anak buah dari Gamawan Fauzi yang saat itu menjadi Mendagri.