SHARE

Entrepreneur Andi Agustinus dengan kata lain Andi Narogong usai di check oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (20/7/2017).

Sesudah keluar dari gedung KPK, Andi Narogong bungkam. Pantauan Kompas. com pada Kamis malam, Andi keluar sekitaran jam 18. 23 WIB.

Tersangka pada project e-KTP itu tidak berkomentar apapun waktu di tanya wartawan. Umpamanya, waktu mass media coba mengonfirmasi masalah saksi kunci masalah e-KTP, seperti dikabarkan Koran Tempo.

” Apa benar pernyataan Johannes Marliem, ” bertanya mass media.

Tetapi, Andi selalu jalan menuju mobil tahanan yang menanti. Dia kadang-kadang mengangkat tangan, tanda tidak bersedia berkomentar atau berikan pernyataan.

Saksi pertama Novanto

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebutkan, Andi Narogong adalah saksi yang di check pertama kalinya untuk Setya Novanto, bekas Ketua Fraksi Golkar yang jadi tersangka pada masalah e-KTP.

” Kami mulai lakukan kontrol pertama untuk saksi Andi Agustinus dalam sistem penyidikan dengan tersangka SN (Setya Novanto), ” kata Febri.

Febri menyebutkan, penyidik KPK bertanya pada Andi masalah peranan yang berkaitan, termasuk juga hubungan dengan Novanto.

” Untuk Andi Agustinus kami ajukan pertanyaan mengenai beberapa peranan yang berkaitan, pertemuan-pertemuan yang di hadiri, termasuk juga rekanan dengan tersangka SN, yang beberapa juga di kenyataan persidangan telah mulai keluar, ” tutur Febri.

Waktu mengambil keputusan Novanto jadi tersangka, KPK mengira Novanto memakai Andi Narogong untuk mengkondisikan project yang memakai biaya sejumlah Rp 5, 9 triliun itu.

” SN lewat AA disangka mempunyai peranan mengatur rencana serta kajian biaya di DPR, ” tutur Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Senin (17/7/2017).

Menurut Agus, kaitan pada Novanto serta Andi Narogong di ketahui sesudah KPK menyimak kenyataan persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, untuk terdakwa dua bekas petinggi Kementerian Dalam Negeri, Irman serta Sugiharto.

” Sesudah menyimak kenyataan persidangan, KPK temukan bukti permulaan yang cukup untuk mengambil keputusan satu tersangka, ” kata Agus.

Menurut Agus, seperti dalam kenyataan persidangan, Novanto serta Andi Narogong telah berencana korupsi dikerjakan dalam dua step, yaitu dari mulai penganggaran serta pengadaan barang serta layanan.

Novanto lewat Andi juga turut mengondisikan perusahaan sebagai pemenang lelang project e-KTP.

Project pengadaan e-KTP dimenangkan oleh konsorsium Perusahaan Umum Percetakan Negara Republik Indonesia (Perum PNRI). Konsorsium itu terdiri atas Perum PNRI, PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo persero), PT LEN Industri (persero), PT Quadra Solution, serta PT Sandipala Arthaputra.

Mengenai sistem pemilihan pemenang lelang itu dikoordinasikan oleh Andi Narogong. Dalam surat tuntutan jaksa, Novanto serta Andi Narogong dimaksud juga akan memperoleh sebesar 11 % dari project e-KTP, atau sejumlah Rp 574. 200. 000. 000.