SHARE
Andi Narogong, selama 2010-2013 sering berkunjung ke DPR urusan atribut kampanye.

Dalam berbagai kesempatan, Andi Naroging mengakui jika ia kerap berkunjung ke gedung DPR di Senayan, Jakarta. Kunjungan yang dilakukan antara tahun 2010-2013 itu untuk menawarkan atribut kampanye pada sejumlah anggota dewan.

Hal itu karena memang menjadi fokus pekerjaanya selama ini. Ia juga mengaku bertemu dengan mantan anggota Komisi II DPR Mustokoweni.

“Saya bertemu Ibu Mustokoweni untuk urus atribut pilkada. Tidak pernah yang lain,” ujarnya.

Andi Narogong, mengakui jika ia tidak pernah membahas soal e-KTP dengan pejabat di DPR. Apalagi Setya Novanto, sama sekali ia tidak pernah membahas soal e-KTP dengan Setya Novanto yang kala itu menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR.

Keterangan yang diberikan oleh Andi Narogong ini sesuai dengan keterangan Setya Novanto dalam persidangan April 2017. Kala itu Setya mengaku mengenal pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong sejak tahun 2009. Perkenalan itu bermula ketika Andi tiba-tiba menawarkan bisnis jual-beli kaos.

Ketua Umum Partai Golkar itu akhirnya menolak tawaran bisnis karena harga yang ditawarkan Andi dinilai terlalu mahal. Beberapa waktu kemudian, kata Setya, Andi kembali menemuinya untuk menawarkan soal jual-beli kaos.

Setya saat itu juga membantah adanya pertemuan dengan Andi di rumah maupun kantornya di Equity Building, SCBD. Pernyataan ini berbeda dengan keterangan pengusaha Paulus Tanos saat bersaksi dalam persidangan pekan lalu.

Paulus membeberkan pertemuannya dengan Setya yang dilakukan di rumah dan kantor pimpinan Partai Golkar itu di kawasan SCBD, Jakarta, bersama Andi. Dalam pertemuan di kantor Setya, Paulus mengaku hanya mengenalkan diri dan menjelaskan pekerjaannya dalam proyek e-KTP.

Namun Paulus Tanos dalam persidangan juga mengakui jika mereka tidak membicarakan masalah e-KTP dalam pertemuan tersebut. Bahkan menurut Paulus, mereka tidak mencapai kesepakatan apapun.

Baca Juga  Hak Angket Kasus E-KTP Perlu untuk Tingkatkan Pemahaman Masyarakat