SHARE

Andi Agustinus atau Andi Narogong masih diperiksa intensif di Komisi Pemberantasan Korupsi.

Andi Narogong akan diperika selama 1 x 24 jam, setelah penangkapannya Kamis (23/3) siang.

“Kita  masih melakukan pemeriksaan 1×24 jam, untuk menentukan langkah selanjutnya setelah pemeriksaan,” ujar Febri Diansyah, jubir KPK, Kamis malam.

Andi Narogong telah ditetapkan sebagai tersangka ketiga dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP Kemendagri.

Febri Diansyah menyebut Andi Narogong ditangkap dengan alasan kebutuhan proses penyidikan.

 

“Karena memang kebutuhan penyidikan, tersangka diduga keras melakukan tindakan korupsi oleh karena itu penangkapan segera dilakukan untuk kebutuhan penyidikan,” ujarnya.

Febri juga mengatakan bila Andi nantinya akan ditahan karena dianggap merintangi penyidikan. “Sesuai Pasal 21 KUHAP langkah hukum selanjutnya,” ujar Febri.

Andi disangka dengan Pasal 2 ayat 1 Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Penyifebeb

dik KPK saat ini melakukan penggeledahan di 3 lokasi di Cibubur.

Menurut Febri penangkapan Andi Narogong sudah sesuai prosedur yang berlaku di KPK.

Andi Agustinus‎ alias Andi Narogong adalah penyedia barang dan jasa di Kementerian Dalam Negeri.

mamanku

Sementara dua tersangka lainnya adalah Irman dan Sugiharto yang kini sudah menjadi terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Andi Narogong juga sudah dicegah keluar negeri oleh KPK melalui Imigrasi sejak 28 September hingga 28 Maret 2017.

Nama Andi Narogong selalu disebut dalam dakwaan Irman dan Sugiharto.

Dalam dakwaan, Andi Narogong diduga memberikan sejumlah uang kepada anggota DPR seperti Anas Urbaningrum, Ganjar Pranowo, dan lainnya.

Bahkan Andi juga pernah memberikan uang pada Gamawan Fauzi melalui adiknya, Afdal Noverman pada Maret 2011.