SHARE

Anton Taufik mengaku tidak pernah menekan atau mengancam Miryam S Haryani agar mencabut seluruh keterangan di BAP penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus korupsi e-KTP Kemendagri.

“Pokoknya saya tidak menekan. Pokoknya tanyakan penyidik di atas,” kata Anton Taufik, seusai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus keterangan palsu untuk tersangka Miryam di KPK, Jakarta.

Anton juga membantah sebagai anak buah pengacara Elza Syarief atau Rudi Alfonso. “Tidak. Pokoknya tanya di atas semua. Pokoknya sudah saya jelaskan semua lah,” tegas pengacara muda itu.

Anton Taufik juga menepis pertanyaan wartawan mengenai statusnya sebagai anak buah Rudy Alfonso. Dia juga hanya menjawab “Tanya ke penyidik” saat wartawan mengkonfirmasi apakah dia mengetahui percakapan via  WhatsApp antara seseorang bernama DS dengan pengacara Elza Syarief.

elzasya
Elza Syarief

Sebagaimana kerap diberitakan, Anton Taufik disebut-sebut beberapa kali datang ke kantor pengacara Elza Syarief, untuk menemui Miryam S Haryani. Di kantor Elza Syarief itu pula Anton Taufik disebutkan menekan Miryam untuk mencabut BAP-nya.

Pasca pertemuan dengan Anton Taufik itu Miryam meminta majelis hakim PN Tipikor Jakarta mencabut seluruh keterangan di BAP-nya. Alasannya, seluruh keterangan di BAP itu tidak benar, karena ia berada dalam tekanan dan ancaman penyidik.

Atas pengakuan itu, jaksa pun memanggil Miryam pada sidang selanjutnya untuk dikonfrontir dengan tiga penyidik KPK, yakni Novel Baswedan, Ambarita Damanik, dan Irwan. Namun Miryam tidak hadir sengan alasan sakit.

novelaja
Miryam S Haryani saat dikonfrontir dengan Novel Baswedan, Ambarita dan Irwan

Jaksa kembali memanggil Miryam untuk hadir pada sidang selanjutnya lagi. Miryam hadir dan dikonfrontir dengan ketiga penyidik. Bahkan, jaksa sempat memutar rekaman video penyidikan. Miryam tampak tidak tertekan dan sempat bertanya apakah para anggota DPR yang menekannya akan masuk di dalam BAP.

Baca Juga  Farhat Abbas: Miryam Haryani Bandel, Sudah Diingatkan Agar Tak Cabut BAP

Dari pemeriksaan Miryam, Novel mengatakan, sesuai keterangan Miryam, ada enam anggota DPR yang menekannya yakni Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Desmond J Mahesa, Masinton Pasaribu, Syarifuddin Suding, dan seorang lainnya Novel mengaku lupa.

KPK kemudian menetapkan Miryam sebagai tesangka dan menjeratnya melanggar Pasal 22 juncto Pasal 35 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.