SHARE

Komisi Pemberantasan Korupsi telah memeriksa Anton Taufik. Ingat dia? Inilah pengacara muda yang disebut-sebut telah mempengaruhi Miryam S Haryani untuk mencabut seluruh keterangan yang disampaikannya di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP Kemendagri.

Saat diperiksa penyidik KPK, Anton Taufik disebut-sebut telah membebeberkan semua yang diketahuinya, termasuk mereka yang memintanya untuk mendekati Miryam S Haryani.

anton taufik
Anton Taufik. Sulit dipercaya

Keterangan Anton Taufik sulit dipercaya. Bagaimana mungkin seorang pengacara muda yang baru dikenal oleh Miryam S Haryani bisa mempengaruhi politisi Hanura yang sudah sejak 2009 menjadi anggota DPR?

Anton Taufik juga tidak mungkin tidak memiliki hubungan dengan pengacara Elza Syarif, seniornya. Apalagi, dia disebut-sebut tiga kali bertemu Miryam S Haryani di kantor pengarara Elza Syarif.

guong
Andi Narogong

Anton Taufik  diperiksa sebagai saksi untuk tersangka kasus e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong. Pemeriksaan Anton ini merupakan yang kedua kalinya.

Namun, Anton lebih banyak mengelak sejumlah pertanyaan yang diajukan wartawan. Dia yang mengenakan kemeja warna ungu memilih terus berjalan menembus rintikan hujan.

Anton Taufik dimintai keterangannya terkait dengan pertemuan di kantor pengacara Elza Syarif. Keterangan Anton dinilai penting oleh penyidik guna merangkai peristiwa pencabutan BAP Miryam.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Miryam S Haryani sebagai tersangka kasus dugaan memberikan keterangan palsu dalam persidangan perkara e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto. Miryam dianggap menghalangi penyidikan kasus yang diduga merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu.

mikul
Miryam S Haryani

Saat ini, KPK tengah mengusut pihak-pihak yang mempengaruhi mantan Bendahara Umum Partai Hanura itu memberikan keterangan palsu hingga mencabut seluruh isi BAP saat proses penyidikan.
Miryam sendiri sudah dijebloskan ke Rumah Tahanan Polres Jakarta Timur usai ditangkap lantaran menjadi buron KPK. Mantan Bendahara Umum Partai Hanura itu ditahan untuk 20 hari pertama. Namun, Miryam mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.