SHARE

Seandainya Komisi Pemberantasan Korupsi benar-benar serius untuk menghidupkan kembali penuntasan kasus BLBI, sepertinya tidak sulit bagi lembaga antirasuah ini membongkar habis megaskandal yang membuat negara harus menanggung kerugian ratusan triliun hingga puluhan tahun mendatang.

Dalam upaya mulianya mengungkap kembali kasus ini KPK ibaratnya sudah mendapatkan dukungan dari delapan penjuru angin. Tak terkecuali dari Presiden Jokowi, walau presiden meminta masyarakat tetap bersabar karena penuntasan kasus ini agak rumit atau tidak mudah.

Mungkin memang tidak mudah untuk menguliti kasus ini hingga ke akar-akarnya, karena dugaan keterlibatan banyak tokoh penting di republik ini.

kpkikik

Akan tetapi, KPK tentunya bisa memilah-milah kasusnya. Misalnya yang saat ini tengah disidik oleh KPK, yakni yang terkait dengan penyelewengan dari pemanfaatan Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI yang melibatkan Syafruddin Tumenggung dan Sjamsul Nursalim, pengemplang dana BLBI yang buron di Singapura.

Sjamsul Nursalim disebut KPK belum melunasi kewajiban Rp 3,7 triliun BLBI. Pemilik Bank BDNI ini diduga bekerjasama dengan Kepala BPPN Syafruddin Temenggung, untuk mendapatkan SKL BLBI.

Syafruddin sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait pemberian SKL itu. Untuk Sjamsul KPK masih belum menetapkan status tersangka itu.

Lalu, apa sih susahnya mencokok Sjamsul Nursalim dari Singapura?

Kalau tidak ada perjanjian ekstradisi antara pemerintah Indonesia dengan Singapura yang menjadi alasannya, bukankah KPK bisa meminta bantuan Interpol, melalui Polri?

Apakah KPK juga tidak berencana melakukan penjemputan paksa?

Baca Juga  Aksi No Comment Dorodjatun Kuntjoro Jakti