SHARE

BEIRUT — Untuk pertama kalinya, Arab Saudi juga akan mengajarkan pelajaran olah raga untuk anak-anak perempuan. Kementerian Pendidikan Saudi menginformasikan, pelajaran olah raga untuk anak perempuan juga akan mulai berjalan pada th. akademik yang akan datang. Ini menandai mulai melonggarnya ketentuan Saudi pada perempuan.

Pengumuman tersebut tidak berisi detil aktivitas olah raga apa yang juga akan di ajarkan. Tetapi, pelajaran olah raga juga akan di ajarkan bertahap sesuai sama ketentuan syariah.

Ketatnya ketentuan membuat perempuan di Saudi tidak bisa mengemudi, melancong ke luar negeri, atau lakukan sebagian aksi medis tanpa ada izin dari wali lelaki seperti bapak, suami, atau anak. Hingga memanglah tidak ada pelatihan mengemudi untuk perempuan.

Ketatnya ketentuan itu juga berlaku dalam olah raga karna beragam argumen. Sebagian menilainya, rutinitas memakai baju olah raga juga akan membuat perempuan kehilangan kesopanan. Argumen beda, karna olah raga bertentangan dengan sifat basic perempuan serta olah raga bisa membuat badan perempuan berotot seperti lelaki.

Akademisi Saudi yang memahami histori perempuan, Hatoon al-Fassi, menerangkan, semuanya larangan yang diaplikasikan di Saudi pada intinya membuat perlindungan feminitas perempuan. Al-Fassi serta sebagian aktivis perempuan yang lain menyongsong baik ketentuan Pemerintah Saudi itu karna berikan ruangan untuk anak-anak perempuan.

”Keputusan ini perlu terlebih untuk sekolah umum. Perlu untuk membuat kesadaran anak perempuan untuk berolah raga, perduli dengan kesehatan fisik, serta menghormati apa yang mereka punyai pada badan mereka, ” kata al-Fassi seperti diambil The New York Times, Selasa (11/7).

Perubahan pendidikan olah raga untuk anak perempuan di Saudi termasuk lambat. Pembukaan sekolah perempuan pertama 50 th. lantas saja bahkan juga memetik memprotes serta sampai sekarang ini sekolah perempuan terpisah dari lelaki. Sebagian dekade terakhir, fakultas spesial perempuan mulai bermunculan. Izin resmi pendidikan olah raga untuk anak perempuan di sekolah swasta berlaku empat th. lantas, walau semuanya dalam keadaan privat.

Baca Juga  Disekap 22 Tahun Tanpa Dibayar, Ini Cerita Awal Sukmi Jadi TKI

Pada 2012 lantas, Saudi mulai mengutus dua atlet perempuan dalam Olympiade London sesudah Saudi ditegur tidak bisa turut Olympiade sekali lagi apabila cuma kirim atlet lelaki. Pada 2016, Saudi kirim empat atlet perempuan dalam Olympiade Rio de Janeiro serta Putri Reema binti Bandar al-Saud menjabat jadi Wakil Presiden Otoritas Jenderal Olah Raga Saudi.

Ketentuan berikan pendidikan olah raga untuk anak perempuan adalah sisi Visi Saudi 2030 yang digagas Putera Mahkota Mohammed bin Salman. Visi itu diperuntukkan untuk mendiversi ekonomi Saudi serta membuat warganya tambah nyaman. Termasuk juga di dalamnya membidik 40 % warga Saudi untuk berolah raga paling tidak sekali satu pekan. Sekarang ini, cuma 13 % warga Saudi yang berolah raga sekali satu pekan.

Meskipun demikian, Saudi masih tetap hadapi pembentukan system pendidikan olah raga yang pas mengingat banyak sekolah umum disana. Kampus di Saudi kekurangan tenaga pengajar olah raga perempuan serta umumnya sekolah perempuan disana tidak mempunyai sarana olah raga mencukupi. ”Ini memanglah susah karna Suadi mulai semuanya dari pertama, ” kata Al-Fassi.