SHARE

Dalam pidato resminya di acara pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar, Sabtu (23/1) malam lalu di JCC Senayan, Ketua Umum Partai Golkar Ir.Aburizal Bakrie menegaskan kesiapannya menggelar munaslub bila dikehendaki oleh rapimnas. Selain itu, ARB juga menyatakan tidak akan maju sebagai calon ketum bila munaslub terlaksana.

“Saya katakan bahwa kalau rapimnas memutuskan munaslub, maka saya tidak tertarik lagi. Banyak kader-kader partai Golkar yang dapat memimpin partai ini,” ungkap ARB kala itu.

“Saya, Pak Agung Laksono, tak usah lagi lah. Ibarat malam, sudah lepas dari Isya, sudah malam. Partai Golkar punya kader-kader yang banyak. Dalam budaya Jawa, sudah waktunya yang senior ini tut wuri handayani. Kita mendukung dari belakang,” sambung ARB saat itu.

Akan tetapi, konstelasi politik sempat berubah saat 21 DPD I menyatakan menolak Munaslub. ARB akan menyampaikan pandangannya pada rapimnas karena para pemilik suara tetap menyerahkan keputusan pada rapimnas.

Nurdin Halid, Waketum Golkar Munas Bali yang juga ketua panitia pelaksana rapimnas, menyebut bahwa dinamika yang terjadi akan dibahas dalam rapat komisi di hari ketiga Rapimnas, Senin (25/1). “Ini kan belum ada keputusan. Oleh karena itu DPD I pasti berdiskusi. Pandangan umum ini bukan voting. Pasti kita diskusikan. Saya akan menawarkan gunakan asas Golkar, Insya Allah tidak ada voting,” tegas Nurdin Halid.