SHARE
Asrul Sani, Sekjen PPP, meminta masyarakat jangan berspekulasi berlebihan.

Polemik mengenai hak angket KPK dan pembentukan pansus KPK terus berlanjut. Namun demikian beberapa anggota Komisi III DPR RI, semakin yakin jika pansus yang akan membedah kebejatan KPK selama ini, akan segera terbentuk.

Menurut Arsul Sani, Skjen PPP yang juga anggota Komisi III, pihaknya optimistis Pansus segera terbentuk. Ada atau tidak ada utusan, bagi Asrul bukanlah halangan. Misalnya selama ini PPP terlihat sangat antipansus. Namun Setelah adanya lobi dan diskusi, rupanya mereka mencair dan menyetujui pembentukan pansus KPK.

Apalagi sebenarnya secara pribadi-pribadi anggota Komisi III DPR RI sudah setuju dengan hak angket tersebut. Arsul menyatakan di kalangan anggora DPR RI masih ada multitafsir berdasarkan tata tertib (tatib) serta undang-undang dalam membentuk pansus hak angket KPK.

Arsul mencontohkan, dalam DPR Nomor 1 Tahun 2014 menyebutkan, syarat terbentuknya pansus harus memiliki perwakilan dari seluruh fraksi. Ini berbeda dengan yang di Pasal 201 ayat 2 UU MD3 Nomor 17 Tahun 2014 menyatakan, meski tidak seluruh fraksi menyerahkan perwakilan, pansus tetap bisa berjalan.

“Menurut kami di Komisi III, jika ada fraksi yang tidak mengirim wakilnya bukan berarti panitia angket tidak bisa dijalankan,” ucap Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senin (22/5). Sebaliknya, sesuai UU MKD maka bisa dijalankan.

Pansus hak angket KPK tidak semerta-merta batal karena aturan seluruh fraksi menyerahkan nama dalam pansus bukan berarti jika ada fraksi yang tidak mengirim wakil. Berdasarkan aturan itu, Arsul menyarankan agar seluruh fraksi di DPR RI bisa bertemu untuk membahas multitafsir tentang Pansus Angket KPK yang saat ini masih belum terbentu.

“Fraksi-fraksi duduk bermusyawarah kembali mau diapakan kelanjutannya (Pansus Hak Angket KPK),” tambahnya.

Baca Juga  Pansus KPK Dikehendaki Oleh Masyarakat

Namun demikian, Arsul mengatakan, partainya akan melakukan musyawarah internal partai untuk mencari kepusan apakah mengirim anggotanya atau tidak. “Kalau PPP masih menunggu hasil musyawarah dulu,” tutup Arsul Sani.