SHARE

JAKARTA – Didi Albert Dorfel, ayahanda dari David ‘ NOAH’ membetulkan putranya digugat cerai sang istri, presenter serta artis peranan Gracia Indri.

” Iya benar berita (tuntutan cerai Gracia) itu, saya juga baru tahu ada dokumen tuntutan itu, ” kata Didi waktu dihubungi wartawan, Rabu (12/7/2017).

Gracia Indri, yang memiliki nama asli Indria Sari Sulistyaningrum menuntut cerai sang suami, David Kurnia Albert Dorfel.

Tuntutan itu di terima Pengadilan Negeri Bandung, Selasa 4 Juli 2017 kemarin.

Gracia Indri memajukan tuntutan bernomor perkara No. 285/Pdt. G/2017/PNBdg itu, diwakili 4 orang kuasa hukumnya. Salah seseorang kuasa hukumnya bernama Rohman Hidayat.

Pertikaian atau perselisihan jadi argumen Gracia menuntut cerai sang suami.

” Iya benar, (tergugat cerai) atas nama David Kurnia Albert Dorfel Diterma PN tanggal 4 juli 2017. (Argumennya) pertikaian lah. Pasal 19 huruf f PP No. 9 Th. 1975, ” kata Wasdi Permana SH, Humas Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, dihubungi Rabu (12/7/2017).

Mengacu pada pasal itu, nampaknya rumah tangga yang dibina Gracia serta David telah tidak sekali lagi serasi.

‘Antara suami serta isteri terus-menerus berlangsung perselisihan serta pertikaian serta tak ada keinginan juga akan hidup rukun sekali lagi dalam tempat tinggal, ‘ sekian bunyi pasal itu.

Sebagian bln. ke belakang, rumah tangga Gracia serta David yang dibina sepanjang 3 th. itu pernah didera berita tidak enak. Rumah tangga mereka pernah diberitakan kurang merenggang.

Pasangan itu menikah pada 28 Desember 2014 di gereja Katerdral, Bandung. Sampai saat ini, keduanya belum juga dikarunia buah batu.

Menyoal sidang perdana perceraian mereka, Wasdi belum juga bisa meyakinkan. Tetapi sistem peraidangan di pastikan juga akan tetaplah bergulir di Pengadilan Negeri Bandung.

Baca Juga  'Please Deh Jangan Cerai Sama David NOAH' Permintaan Warganet Pada Gracia Indri

” Selama (perceraian teesebut) beralasan. Kan kita bukanlah agama, bila katholik kan yang telah dikumpulkan oleh tuhan tidak dapat dicerai beraikan oleh manusia. Kita kan bukanlah system agama, kita hukum positif selama kriteria cerai tercukupi, serta beralasan ya kita kabulkan, ” tegas Wasdi.