SHARE

Kementerian Perhubungan lewat Otoritas Bandara Lokasi III selalu menyosialisasikan bahaya balon udara pada keselamatan penerbangan.

Bahkan juga, pihak Otoritas Bandara merencanakan menggandeng beberapa ulama untuk turut dan lakukan sosialisasi pada orang-orang.

“Kami juga akan segera sosialisasi pada orang-orang. Sekalian kami juga akan mengikutsertakan beberapa ulama, beberapa kiai yang memiliki dampak yang besar untuk keduanya sama mengemukakan (bahaya balon udara) pada orang-orang, ” kata Kepala Otoritas Bandara Lokasi III, Dadun Kohar dalam Sosialisasi Efek Balon Udara pada Keselamatan Penerbangan di Landasan Udara Abdulracman Saleh, Malang, Selasa (11/7/2017).

Disebutkan Dadun, balon udara yang menebar di langit Jawa Timur serta Jawa Tengah sangatlah memprihatinkan. Terlebih pasca-Lebaran 2017 kemarin. Sebab ada kebiasaan menerbangkan balon udara di beberapa daerah di Jawa Tengah serta Jawa Timur yang dikerjakan sebelumnya serta sesudah Lebaran.

“Terutama 1 minggu sesudah Hari Raya. Ini puncak-puncaknya orang-orang Jawa Tengah, Jawa Timur menerbangkan balon udara. Lalu kita bekerjasama dengan semua petugas berkaitan, dalam hal semacam ini kepolisian, agar segera komunikasi dengan orang-orang untuk diselenggarakan pemberitahuan serta bahkan juga penangkapan, ” tuturnya.

Untuk menghadapi banyak balon udara, pihaknya memohon deretan kepolisian di Jawa Tengah serta Jawa Timur mengambil alih balon udara di orang-orang yang akan diterbangkan.

“Balon udaranya yang kita sita. Serta, itu berada di Polres semasing. Banyak yang telah diamankan, berarti berhasil tidak diterbangkan, ” tuturnya.

Akan tetapi, berdasar pada laporan dari Air Navigation (AirNav), peredaran balon udara di langit Jawa Tengah banyak. Sepanjang musim lebaran, jumlah laporan berkaitan ada balon udara yang tampak di jalur penerbangan sejumlah lebih kurang 100 laporan.

“Kalau semuanya sepanjang musim lebaran ini ada 100 (laporan) barang kali. Berarti itu yang ketemu dengan pesawat. Yg tidak ketemu kan banyak, ” tuturnya.

Karena itu, ia memohon pada mayarakat tidak untuk sekali lagi menerbangkan balon udara. Sebab, balon udara yang terbang bebas begitu membahayakan untuk keselamatan penerbangan. Bila balon itu tentang pesawat, mengakibatkan dapat begitu fatal.

“Tentu saja, sejauh mana membahayakan, begitu membahayakan. Bila balon itu tentang pesawat mengagumkan fatal. Diluar itu juga membahayakan untuk lingkungan. Ada yang jatuhnya di genteng, tempat tinggalnya terbakar. Jadi lagi, semoga orang-orang mengerti problem ini karna memanglah penerbangan balon udara ini begitu membahayakan penerbangan, ” tuturnya.