SHARE

JAKARTA — Bandara Internasional Kualanamu, Medan kembali mencapai sertifikasi Bintang 4 dari Skytrax serta Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang mencapai sertifikasi Bintang 3 Skytrax atas service yang baik pada beberapa penumpang pesawat serta pengunjung bandara.

Direktur Paling utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dalam info tertulis di Jakarta, Selasa (11/7), menyebutkan ke-2 sertifikasi itu diberi berdasar pada penilaian Airline Quality Ranking yang dikerjakan oleh Skytrax.

” Penilaian Airline Quality Ranking didasarkan dari kekuatan bandara memberi yang paling baik pada product yang terkait segera dengan customer atau penumpang pesawat, termasuk service dari beberapa staf ‘frontliners’ (petugas depan) di terminal, ” tuturnya.

Awaluddin menerangkan product yang terkait segera dengan customer itu diantaranya service di ruang keberangkatan, kehadiran, serta transit. Service disebut yaitu sarana bandara, service pelanggan (customer services), keamanan, imigrasi, serta ruang komersial, termasuk juga tenant minuman dan makanan.

” Bandara Internasional Kualanamu adalah hanya satu bandara di Indonesia yang dapat mencapai sertifikasi Bintang 4, dimana berarti bandara ini yaitu yang paling baik di Indonesia. Sertifikasi ini adalah apreasiasi untuk AP II sebagai operator bandara hingga makin meningkatkan kami supaya senantiasa memberi standard service teratas untuk penumpang pesawat di Indonesia. Seperti kita kenali, Skytrax yaitu instansi berdiri sendiri yang disadari oleh indutri transportasi udara global, ” katanya.

Disamping itu, lanjut dia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekarang ini tengah meningkatkan pengembangan manfaat tingkatkan standard service dimana beberapa hasil dari pengembangan itu telah bisa dirasa hingga bandara ini berhasil mencapai penghargaan ” The World Most Improved Airport 2017 ” juga dari Skytrax.

” AP II sekarang ini tengah meningkatkan semua bandara yang dikelola terlebih dalam infrastruktur digital manfaat jadikan bandara beropasi dengan efisien serta efektif, di samping juga makin tingkatkan standard service pada semua penumpang pesawat serta pengunjung bandara, ” katanya.

Selanjutnya, Awaluddin mengharapkan pengembangan itu membawa bandara-bandara AP II membawa bidang transportasi udara di Indonesia ke tingkatan yang lebih tinggi sekali lagi dari sekarang ini.

Berkaitan sertifikasi Bintang 4, bandara-bandara didunia yang lain yang ada di grup ini terkecuali Kualanamu diantaranya Abu Dhabi International Airport, Barcelona El Prat Airport, Frankfurt Airport, serta London Heathrow Airport.

Bandara Internasional Kualanamu sekarang ini melayani penerbangan dari 12 maskapai, termasuk juga penerbangan internasional ke Malaysia, Singapura, Thailand, serta Arab Saudi.

Bandara Internasional Kualanamu diresmikan pada 27 Maret 2014, dimana bandara ini diperlengkapi sarana mutakhir perlakuan bagasi yaitu system kontrol barang dengan terpadu atau ” integrated baggage handling screening sistem ” (IBHSS) dengan tingkat pendeteksi keamanan teratas.

Diimplementasikannya IBHSS sangat mungkin bandara ini mengaplikasikan system terbuka untuk pendaftaran penumpang atau ” check-in ” seperti diantaranya Bandara Internasional Changi di Singapura.

Bandara Internasional Kualanamu sekarang ini juga adalah hanya satu bandara di Indonesia yang terintegrasi dengan jaringan kereta manfaat memberi alternatif moda transportasi untuk pengunjung atau penumpang pesawat.

Yang akan datang, ditargetkan Kualanamu serta Soekarno-Hatta bisa memperoleh sertifikasi Bintang 5 atau posisi teratas untuk penilaian bandara versus Skytrax.

” Bandara Internasional Kualanamu serta Soekarno-Hatta kami targetkan bisa mencapai sertifikasi Bintang 5 dari Skytrax bersamaan dengan pengembangan di dua bandara itu, ” paparnya.

Mengenai pengembangan yang dikerjakan di Kualanamu diantaranya kurun waktu dekat yaitu pendirian hotel bintang 3 di lantai mezzanine terminal penumpang pesawat dan pembangunan cargo village.

Disamping itu, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta tengah kurun waktu dekat juga akan diperlengkapi dengan transportasi umum kereta api untuk akses dari pusat kota Jakarta menuju bandara serta demikian sebaliknya. ” Terkecuali kereta api untuk transportasi umum, AP II juga tengah mempersiapkan operasional Skytrain yaitu moda kereta tanpa ada awak yang menghubungkan Terminal 1, 2, 3, serta stasiun kereta hingga mempermudah penumpang untuk beralih terminal, ” tutur Awaluddi.

Selain itu, lanjut dia, untuk keringanan penumpang pesawat jadi juga akan dibuat sejumlah 3 hotel, yaitu 2 hotel di Terminal 3 serta 1 hotal di lokasi bandara.