SHARE

Anggota DPR RI Teguh Juwarno mengakui tidak mengetahui entrepreneur pelaksana project e-KTP, Andi Agustinus dengan kata lain Andi Narogong.

Hal tersebut dikatakannya sesudah melakukan kontrol oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam masalah sangkaan korupsi project e-KTP.

Dalam masalah ini, Andi sudah diputuskan jadi tersangka.

” Sekalipun saya tidak kenal, tidak sempat terkait, terlebih berkomunikasi dengan dia, ” kata Teguh, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Tetapi, pernyataan Teguh bertentangan dengan surat dakwaan jaksa KPK.

Dalam dakwaan, Teguh adalah satu diantara Pimpinan Komisi II DPR yang turut dalam pertemuan pada Mei 2010.

Pertemuan itu dikerjakan sebelumnya rapat dengar pendapat pada Kementerian Dalam Negeri serta Komisi II DPR.

Pada pertemuan itu, Andi Narogong dimaksud satu diantara yang ada di samping beberapa anggota DPR, bekas Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, serta yang lain.

Teguh malas menjawab waktu disinggung apakah ia sempat turut pertemuan dengan Andi Narogong serta beberapa pihak itu.

Dia juga tidak tahu-menahu ihwal namanya dimaksud dalam dakwaan jaksa.

” Ya saya tidak paham, ” tutur Teguh.

Teguh menyebutkan, pada kontrol hari ini, hal yang dikatakannya sama dengan yang sempat diutarakannya pada persidangan masalah e-KTP di Pengadilan Tipikor.

” Apa yang saya berikan sama dengan apa yang telah saya berikan dibawah sumpah dalam persidangan e-KTP yang kemarin. Tak ada menambahkan, praktis sama pertanyaan yang lama seperti yang saya berikan di persidangan, ” tutur Teguh.