SHARE

PARAPAT — Menko Maritim Luhut Pandjaitan menyebutkan tiap-tiap investasi yang akan dikerjakan di lokasi Lokasi Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba akan tidak dijamin oleh pemerintah namun dari hubungan kerja antar institusi swasta atau mungkin dengan BUMN.

” Untuk beberapa investor, memiliki bentuk mesti B2B (businees to business) , ” sekian di sampaikan Menko Luhut dihadapan beberapa entrepreneur, BUMN, institusi pemerintah serta beberapa pimpinan lokasi di sekitaran Danau Toba pada Rakor Tubuh Otoritas Tubuh Pengelola Lokasi Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba (BPOPDT) di Prapat.

Dalam rapat yang di pimpin oleh Menko Luhut yang melakukan tindakan sebagi Ketua Dewan Pengarah BPOPDT, dibicarakan mengenai beragam persoalan di sekitaran pembangunan lokasi wisata itu serta solusinya.

Ari Prasetyo, sebgai Direktur Paling utama BPOPDT memberikan laporan perubahan perkembangan pembangunan Bandara Silangit yang gagasannya akan terima penerbangan rute internasional.

” Penerbangan Internasional ini butuh di buka karna jumlah wisatawan yang bertambah. Tempo hari saya bisa laporan turis yang datang ke pulau Samosir th. menjangkau lebih dari 260 ribu orang walau sebenarnya infrastruktur belum juga semuanya terbangun, ” tutur Menko Luhut.

Karenanya Menko Luhut menekan semuanya yang ikut serta mesti bekerja bersama. Dalam rapat disibakkan gagasan untuk membuat perpanjangan landas picu Bandara Sllangit, koordinasi dengan pihak bea cukai serta kementerian penyelenggara karantina Bandara (Kementerian Pertanian, KKP serta Kementerian Kesehatan) dan kontraktor untuk sesuaikan finalisasi design bandara.

Pembangunan transportasi terpadu juga jadi tema dalam rakor ini, perusahaan angkutan Damri akan menjalankan bus rute Bandara Silangit-Siantar, Kereta api juga merencanakan buka rute baru Lubuk Pakam-Siantar untuk menaikkan rute yang telah ada Medan-Siantar.

Baca Juga  Investor Cina Tertarik Kembangkan Industri Perikanan di Danau Toba

Garuda Indonesia serta sebagian penerbangan swasta mengungkap akan buka rute internasional. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan kesiapan pemerintah daerah serta beberapa bupati diperlukan untuk terima kunjungan wisatawan.

” Pada th. 2019 mengharapkan dapat menghadirkan 20 juta wisatawan. Dari jumlah ini tentu ada yang bertandang ke Danau Toba, ” tutur Menpar.

Menko Luhut menyebutkan jumlah kamar yang ada di sekitaran lokasi ini yang sejumlah 710 kamar di rasa kurang, karena itu ia mendorong BUMN yang mempunyai usaha perhotelan di lokasi itu (Inna serta Patrajasa) dan swasta untuk dapat menaikkan jumlah kamar.

Problem beda yang menurut Menko Luhut begitu menekan untuk diatasi yaitu pencemaran danau.

” Perubahan mesti selekasnya dikerjakan. Dari kajian yang kami kerjakan dengan Bank Dunia, yang akan kami umumkan kurun waktu dekat, memerlihatkan berlangsung pengotoran yang semakin kronis. Pencemaran itu datang dari sampah rumah tangga, hotel, keramba serta kotoran ternak. Apabila memanglah benar ada perusahaan yang ikut serta dalam pencemaran ini, kita butuh lakukan pelajari, ” tutur Menko Luhut.