SHARE

Jakarta – Siti Aisyah (38) sedih memandangi bangunan-bangunan di Bukit Duri, Jakarta Selatan, yang diratakan dengan tanah. Angannya melayang-layang ke waktu yang lalu.

Warga melihat jalannya penertiban di Bukit Duri. Warga melihat jalannya penertiban di Bukit Duri. Photo : Rengga Sancaya

Siti adalah satu dari beberapa warga yang turut melihat penertiban Bukit Duri, Selasa (11/7/2017). Walau sudah tinggal di Rusunawa Rawa Bebek, Siti meluangkan diri datang ke Bukit Duri, lokasi yang ditinggalinya mulai sejak waktu kecil dulu.

Banyak masa lalu indah yang dihadapi Siti sepanjang menetap di Bukit Duri. ” Saya sedih banyak masa lalu disini. Orangtua wafat disini, nikah juga, ” tutur Aisyah di tempat penertiban, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017).

Saat ini, Aisyah mulai lembar kehidupan barunya di Rusun Rawa Bebek. ” Suami masih tetap kerja di Jatinegara, ” katanya.

Siti juga sharing narasi sepanjang tinggal di rusun. Ia mengharapkan Pemprov DKI Jakarta memberi subsidi air serta listrik untuk warga rusun. Menurutnya, harga air serta listrik mahal.

” Beban bayar listrik serta air bila dapat disubsidi, ” tutur Siti sudah satu bulan tinggal di rusun.

Diluar itu, Aisyah mengharapkan pemerintah memerhatikan transportasi serta sekolah untuk anak-anak yang tinggal di rusun termasuk juga menimbulkan iklim usaha baru di dekat rusun supaya warga tidak tercekik dengan cost hidup di rusun. ” Anak sekolah juga jauh. Transportasi juga kurang, ” kata Siti.

Baca Juga  Untuk Tertibkan Bukit Duri, 673 Personel Gabungan Dikerahkan